PEMALANG, Joglo Jateng – Sejumlah masyarakat di Kabupaten Pemalang keluhkan sulitnya mendapatkan Gas LPG 3kg atau melon selama sebulan ini. Dari hal itu, Dinas Koperasi dan UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) setempat berkomunikasi dengan pihak Pertamina dan mengungkapkan bahwa kelangkaan gas melon bukan hanya di Kabupaten Pemalang saja. Hal ini disebabkan karena meningkatnya pembelian dan kebutuhan masyarakat.
Kepala Diskoperindag Hepi Triyanto melalui Kepala Seksi Perdagangan dan Perlindungan Konsumen Tiyas Kusbudiarsih mengatakan, kelangkaan gas di Pemalang juga serentak terjadi di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Di mana masyarakat saat ini sedang mengalami peningkatan permintaan, hingga akhirnya pasokan gas tidak mampu memenuhi kebutuhan mereka.
“Tidak hanya di Kabupaten Pemalang saja, tapi sejumlah daerah lain di Jawa Tengah juga mengalami. Pemicunya kebutuhan masyarakat sekarang akan gas melon sedang tinggi, apalagi banyak hajatan, jadi otomatis langka karena stok stabil tidak ada peningkatan,” ujarnya.
Dalam data Diskoperindag, Tiyas menjelaskan untuk periode lebaran lalu April pasokan gas wilayah Kabupaten Pemalang sebanyak 1.254.880 tabung gas melon disalurkan dan berkurang dibandingkan saat awal Ramadan pada Maret yaitu 1.302.200 tabung gas melon. Untuk Mei ini, diprediksi jumlah itu akan naik menjadi 1.317.564 tabung gas melon yang disalurkan untuk masyarakat.
“Itu baru angka estimasi belum pasti, tapi tolong masyarakat jangan panik karena semua kita pantau penyebarannya. Selain itu untuk agen dan distributor kita himbau menjual tabung sesuai HET jadi tidak membebani masyarakat yang sedang kesulitan mencari tabung gas melon,” terangnya.
Turah (58) salah satu warga Kelurahan Kebondalem, Pemalang sebagai penjual gorengan merasa sangat kesulitan mendapatkan gas melon beberapa pekan belakang. Bahkan tak jarang, dirinya mencari gas melon di desa lain untuk membeli gas melon.
“Ya kurang lebih sebulan ini setelah lebaran gas susah dicari, apalagi saya pedagang gorengan pasti perlu kan untuk dagangan. Jadi kemarin ke luar desa untuk beli gas harganya naik tapi bagaimana lagi kan butuh tetap dibeli,” pungkasnya. (fan/abd)










