Meriahkan Haul Mbah Surgi Murang Djoyo dengan Kirab Budaya

Kepala Desa Pasuruhan Lor, Nor Badri
KIRAB: Kepala Desa Pasuruhan Lor, Nor Badri tengah menyapa warganya pada saat kirab budaya dalam rangka Haul Mbah Surgi Murang Djoyo, Minggu (30/7). (SYAMSUL HADI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, menggelar kirab budaya pada Minggu (30/7). Hal ini dilakukan, dalam rangka memeriahkan Haul Mbah Surgi Murang Djoyo.

Camat Jati, Fiza Akbar menyampaikan, terimakasih dan apresiasi dalam gelaran tersebut. Lantaran, dengan kirab budaya seluruh elemen masyarakat dapat bersatu untuk mewujudkan Desa Pasuruhan Lor yang gemah ripah.

“Kita semua perlu menjaga tradisi dan budaya asli yang ada di desa ini. Mari pertahankan kekompakan, keguyuban, kegotongroyongan seperti ini. Semoga dengan adanya kirab budaya ini bisa membawa keberkahan,” ucapnya.

kirab budaya Desa Pasuruhan Lor
MERIAH: Salah satu peserta kirab budaya Desa Pasuruhan Lor, Tasminah saat mengikuti kirab dengan mengenakan pakaian jaran dor beserta aksesorisnya.

Sementara itu, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pasuruhan Lor, Abu Sahid mengatakan, kurang lebih ada sebanyak 28 kontingen yang memeriahkan kirab budaya tersebut. Dengan membawa gunungan hasil bumi yang diarak menuju ke Makam Mbah Surgi Murang Djoyo.

“Dari jumlah kontingen itu, terdiri dari 12 RW, Banom, sekolah, remaja dan pemuda yang ada di Desa Pasuruhan Lor. Dengan menampilkan ada tari-tarian, barongan, tari kolosal dan berbagai macam keunikan masing-masing,” tuturnya.

kirab budaya Desa Pasuruhan Lor

Selain kirab budaya, sebelumnya Pemerintah Desa Pasuruhan Lor dan Ranting NU mengadakan berbagai rangkaian acara. Yakni expo umkm yang digelar selama tiga hari dan puncaknya terdapat pengajian.

“Harapannya dengan adanya kirab, seluruh masyarakat desa dapat terhibur. Serta, dapat meningkatkan UMKM khususnya di Desa Pasuruhan Lor. Sehingga daya beli dan perekonomian di sini meningkat,” pungkasnya.

Sedangkan, salah satu warga RW 11 sekaligus peserta kirab, Tasminah merasa senang, adanya gelaran tersebut. Dengan mengenakan pakaian jaran dor beserta aksesorisnya, dirinya  juga bangga dapat mengikuti kirab.

“Sebagai warga Desa Pasuruhan Lor, saya bangga dengan adanya gelaran seperti ini, apalagi terdapat unsur budaya di dalamnya. Serta senang bisa ikut sebagai peserta dan memeriahkan kirab di desa sendiri,” paparnya.(sam)