Kudus  

Ketersediaan LPG 3 Kilogram di Kudus Masih Terkendali

Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan Kudus Minan Mochtar
Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan Kudus Minan Mochtar. (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

KUDUS, Joglo Jateng – Beberapa kabupaten/kota mulai mengalami kehabisan stok Liquefied Petroleum Gas (LPG) tiga kilogram. Namun, Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus mengklaim ketersediaan di Kabupaten Kudus masih dalam kondisi aman.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perdagangan Kudus Minan Mochtar mengatakan, kelangkaan ini dikhawatirkan akan berdampak serius pada masyarakat menengah ke bawah. Yakni keluarga prasejahtera dan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Sampai saat ini distribusi LPG 3 kilogram masih aman. Sedangkan, ketersediaan masih mencukupi dan belum ada tanda-tanda akan terjadi kelangkaan,” ujarnya.

Pihaknya menambahkan, berbagai upaya mitigasi juga digalakkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus untuk memastikan ketersediaan. Sekaligus, sudah melakukan agar penerimaan LPG subsidi ini tepat sasaran.

Sedangkan, LPJ 3 kilogram atau LPG bersubsidi hanya diperuntukkan bagi kalangan masyarakat menengah ke bawah. Adapun kriteria sasarannya yakni keluarga prasejahtera, UMKM, petani, serta nelayan.

“Jangan sampai, gas LPG bersubsidi digunakan oleh restoran, hotel, usaha batik, laundry, peternakan, serta sektor-sektor usaha berskala besar. Intinya yang bukan lagi masuk golongan UMKM,” sambungnya.

Minan juga menyampaikan, telah melakukan pengecekan ke beberapa pangkalan dan agen. Dengan memastikan stok ketersediaan dan harga jual. Serta, jangan sampai melanggar ketentuan yang telah ditetapkan dan melakukan penambahan cadangan atau fakultatif.

“Bagi masyarakat, jika terjadi kelangkaan di agen dan pangkalan, bisa segera dilaporkan. Sehingga berbagai upaya bisa dilakukan dengan sesegera mungkin, tidak berdampak parah bagi yang membutuhkan. Kami tidak segan keliling turun ke lapangan untuk mengecek agen, seadainya terjadi kelangkaan,” tutupnya.(cr13/sam)

mengklaim ketersediaan di Kabupaten Kudus masih dalam kondisi aman.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perdagangan Kudus Minan Mochtar mengatakan, kelangkaan ini dikhawatirkan akan berdampak serius pada masyarakat menengah ke bawah. Yakni keluarga prasejahtera dan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Sampai saat ini distribusi LPG 3 kilogram masih aman. Sedangkan, ketersediaan masih mencukupi dan belum ada tanda-tanda akan terjadi kelangkaan,” ujarnya.

Pihaknya menambahkan, berbagai upaya mitigasi juga digalakkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus untuk memastikan ketersediaan. Sekaligus, sudah melakukan agar penerimaan LPG subsidi ini tepat sasaran.

Sedangkan, LPJ 3 kilogram atau LPG bersubsidi hanya diperuntukkan bagi kalangan masyarakat menengah ke bawah. Adapun kriteria sasarannya yakni keluarga prasejahtera, UMKM, petani, serta nelayan.

“Jangan sampai, gas LPG bersubsidi digunakan oleh restoran, hotel, usaha batik, laundry, peternakan, serta sektor-sektor usaha berskala besar. Intinya yang bukan lagi masuk golongan UMKM,” sambungnya.

Minan juga menyampaikan, telah melakukan pengecekan ke beberapa pangkalan dan agen. Dengan memastikan stok ketersediaan dan harga jual. Serta, jangan sampai melanggar ketentuan yang telah ditetapkan dan melakukan penambahan cadangan atau fakultatif.

“Bagi masyarakat, jika terjadi kelangkaan di agen dan pangkalan, bisa segera dilaporkan. Sehingga berbagai upaya bisa dilakukan dengan sesegera mungkin, tidak berdampak parah bagi yang membutuhkan. Kami tidak segan keliling turun ke lapangan untuk mengecek agen, seadainya terjadi kelangkaan,” tutupnya.(cr13/sam)