Galang Dana, BEM UMK Beri Bantuan untuk Korban Banjir

BEM UMK memberikan bantuan ke warga
BEM UMK memberikan bantuan ke warga.

KUDUS– Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muria Kudus (UMK) memberikan bantuan kepada korban banjir di Kabupaten Demak dan Grobogan. Bantuan yang diberikan berupa uang, makanan pokok, dan pakaian serta kebutuhan lainnya yang dibutuhkan oleh korban banjir.

Ketua Bem UMK Khasan Musthofa mengatakan, pihaknya melakukan penghalang donasi kepada civitas akademika UMK. Semuanya sudah dilakukan sebelum bantuan disalurkan kemarin (17/1/2020).

Selamat Idulfitri 2024

“Kami galang donasi dari banyak pihak, mulai dari mahasiswa, dosen hingga karyawan UMK, ada juga dari rektorat, organisasi mahasiswa di UMK dan takmir Masjid Darul Ilmi UMK,” katanya kemarin.

Baca juga:  Terdampak Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi Sumbar, Ratusan Warga Masih Mengungsi

Bantuan diberikan kepada dua daerah, yakni Kabupaten Demak dan Grobogan karena dirasa bencana banjir di dua kabupaten tersebut relatif lebih parah dibanding lainnya di Pantura. Karena sebelumnya pihaknya telah melakukan pemantauan terkait kejadian bencana, termasuk di dua daerah tersebut.

Bantuan yang diberikan berupa uang ada sekitar 13 juta. Selanjutnya ada makanan pokok seperti beras, minyak goreng hingga mie instan. “Selain itu kita juga memberikan selimut untuk diberikan kepada korban banjir,” terangnya.

Agar bantuan bisa tepat sasaran, pihaknya memberikan bantuan kepada korban kerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Demak dan Grobogan agar tepat sasaran.

Baca juga:  Berkaca dari Tragedi SMK Lingga Kencana Depok, Masyarakat Diminta Tolak Bus Tanpa Izin Layak Jalan!

“Kami ingin bantuan bisa tepat sasaran, saat ini BPBD yang memahami peta bencananya, mana yang paling membutuhkan dan mana yang tidak, semua ada di BPBD,” jelasnya.

Rektor UMK Dr. Suparnyo mendukung penuh kegiatan tersebut, karena memang korban banjir butuh bantuan semua pihak, termasuk dari civitas akademika UMK. “Kami mendukung dan mengapresiasi apa yang dilakukan BEM dan ormawa,” jelasnya. (lut)