Nilai Investasi di Kota Pekalongan Sentuh Rp 3,2 Triliun

Kepala DPMPTSP Kota Pekalongan Supriono bersama Kepala Dinas Kesehatan Pekalongan
OPTIMISME: Kepala DPMPTSP Kota Pekalongan Supriono bersama Kepala Dinas Kesehatan setempat pada sebuah acara di Hotel santika Pekalongan belum lama ini. (ANTARA/LINGKAR JATENG

PEKALONGAN – Prestasi gemilang dicatat Kota Pekalongan dalam sektor investasi. Yakni realisasi nilai investasi mencapai Rp3,2 triliun pada 2019, atau sekitar 210 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp1,5 triliun.

Penegasan ini disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pekalongan Supriono.

“Nilai investasi mencapai dua kali lipat dari target yang ditetapkan Rp1,5 triliun, yang menunjukkan bahwa meski Pekalongan merupakan kota kecil namun letaknya yang strategis dapat menarik investor untuk berinvestasi,” katan Kepala DPMPTSP Kota Pekalongam Supriono.

Baca juga:  DPMPTSP Kota Pekalongan Fasilitasi Pelaku Usaha untuk Selesaikan Permasalahan

Dijelaskannya, keberhasilan pencapaian realisasi nilai investasi ini tidak terlepas dari kinerja DPMPTSP yang semakin baik pada perubahan sistem informasi ke arah digital yang diproses melalui “Online Single Submission (OSS)” dari pemerintah pusat yang diterapkan di setiap daerah.

Menurutnya, sistem daring memudahkan para investor semakin berminat berinvestasi di Kota Pekalongan yang dikenal sebagai Kota Batik ini.

“Alhamdulillah kinerja DPMPTSP semakin baik. Hal itu bisa diukur dari realisasi nilai investasi pada 2019 yang mampu menembus Rp3,2 triliun atau 210 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp1,5 triliun,” tegasnya.

Baca juga:  DPMPTSP Kota Pekalongan Fasilitasi Pelaku Usaha untuk Selesaikan Permasalahan

Menurutnya, sektor yang menyumbang nilai tertinggi nilai investasi didominasi oleh sektor perdagangan dan jasa, kemudian bidang industri dan perumahan. Kenaikan nilai investasi ini, imbuhnya, sangat membantu pemerintah daerah (pemda) dalam mengurangi jumlah angka pengangguran sebanyak 8.743 orang.

“Sektor perdagangan dan jasa seperti perhotelan, pariwisata, kesehatan, serta industri kecil termasuk usaha kuliner mendominasi nilai investasi di daerah. Kemudian disusul sektor industri lainnya,” jelasnya.

Diutarakannya, secara prinsip pemkot berupaya memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam hal mengurus proses perizinan termasuk memberikan kemudahan berinvestasi bagi para investor. (ara/mhs)