Genjot Adrenalin Anda di Ranto Canyon Brebes

  • Bagikan
Canyon
Ilustrasi gambar canyon

BREBES – Tempat wisata Ranto Canyon berada di Desa Winduasri, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Wisata ini menawarkan keindahan sekaligus bahaya. Banyak wisatawan yang datang untuk menggenjot adrenalin.

Perjalanan menuju lokasi hanya bisa ditempuh menggunakan kendaraan pribadi atau sepeda motor. Waktu tempuh dari pusat Kota Brebes bisa mencapai tiga jam. Setelah itu, harus berjalan melalui jalan setapak yang turun terjal sejauh 200 meter lebih.

Saat memasuki Ranto Canyon, pengunjung akan disuguhkan dengan aliran air yang mengalir di antara tebing bebatuan dengan ketinggian 10 hingga 20 meter dari dasar sungai.

Ranto Canyon memiliki trek sepanjang 769 meter. Di tengah perjalanan, wisatawan akan menemui air terjun yang deras menakjubkan.

Air yang jatuh dari dari ketinggian 20 meter ini nampak seperti butiran air hujan. Trek yang cukup menantang siap mengadang wisatawan yang ingin menaklukkan objek wisata ini.

Pengunjung harus berhati-hati saat menuruni tebing terjal dan batu besar menggunakan tali. Jika lengah sedikit, bisa-bisa  tergelincir.

Namun setelah tiba di dasar sungai, lelah dan letih terbayar lunas. Sensasi hawa dingin dan segarnya air akan kita rasakan seperti berada di sebuah surganya dunia tanpa asap dan polusi udara.

“Tempatnya begitu indah, pemandangan bebatuan terjal yang berhimpitan di antara cucuran air pegunungan yang begitu menakjubkan,” kata Raditya Sinaga (34), wisatawan asal Kuningan, Jawa Barat, usai menikmati tantangan susur sungai di Ranto Canyon beberapa waktu lalu.

Kendati membutuhkan tenaga dan waktu yang besar, Raditya mengaku puas dan ingin datang lagi. “Saya dan teman-teman puas merasakan tantangan yang menguji adrenalin seperti ini,” katanya.

“Apalagi, pemandangan alamnya yang begitu mempesona. Ibaratnya ini surganya dunia yang baru pertama kali saya lihat dan rasakan langsung.”

Wisatawan yang ingin mencoba track Ranto Canyon cukup membayar guide atau pemandu Rp 30 ribu per orang. Dengan membayar sejumlah itu, wisatawan mendapatkan fasilitas sewa helm dan pelampung gratis.

Biasanya wisatawan akan dimanjakan dengan pelayanan, termasuk makan siang, yang bisa dibeli dari penduduk setempat dengan harga yang cukup murah. Satu porsi nasi campur termasuk mendoan hitam dan sayuran, hanya Rp 15 ribu saja.

Sedangkan jika wisatawan ingin membeli buah tangan untuk dibawa pulang, dapat pula membeli di penduduk setempat seperti gula aren ataupun pernak pernik lainnya, termasuk Batik Salem.

Sumber: Liputan6.com

  • Bagikan