Kudus  

HM. Hartopo Dorong Camat hingga Kades Edukasi Warga

PIMPIN: Plt. Bupati Kudus HM. Hartopo memberikan arahan kepada tim Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Command Centre Senin (23/3). (DOK LINGKAR JATENG)

Pencegahan Virus Corona di Kudus Dioptimalkan

KUDUS – Plt. Bupati Kudus HM. Hartopo mendorong pencegahan dan pengendalian virus corona (covid-19) di Kabupaten Kudus berjalan optimal. Bahkan, orang nomor satu di Kota Kretek itu mendorong agar camat hingga kepala desa (kades) ikut terjun mengedukasi masyarakat tentang cara pencegahan covid-19.

HM. Hartopo mengatakan, saat ini tim Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 telah bekerja secara konkret. Namun, pihaknya meminta tim tersebut untuk memaksimalkan peran camat dan kepala desa/lurah. Artinya, masyarakat harus diedukasi tentang bahaya dan antisipasi virus Covid-19.

Baca juga:  Mahasiswa Kudus Gelar Penggalangan Dana dan Konser Amal untuk Korban Banjir Demak

“Setelah hampir seminggu terbentuk, saya kira tim Gugus Tugas telah bekerja secara konkret. Untuk lebih memaksimalkan upaya pencegahan, para camat, kepala desa, dan lurah untuk edukasi ke masyarakat,” katanya saat Rapat Evaluasi Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Command Centre Diskominfo Kudus Senin (23/3).

Dalam sepekan terakhir terjadi lonjakan Orang Dalam Pantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Di Kudus, kategori orang atau pasien dalam wilayah, terdapat ODP sebanyak 48 orang dan PDP 7 orang. Sementara, kategori luar wilayah, terdapat ODP sebanyak 36 orang dan PDP sebanyak 6 orang.

Baca juga:  Berlatar Belakang Santri, Siap Jalani Amanah

Selain itu, Hartopo juga menyoroti terbatasnya Alat Pelindung Diri (APD) bagi petugas medis. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus dan Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Kudus harus bersinergi untuk pengadaan APD.

Jika beberapa waktu yang lalu sempat tersiar kabar adanya APD yang kurang memenuhi syarat, Hartopo menyarankan agar APD tersebut tetap dibeli. Namun, setelah dibeli harus disesuaikan dengan standar yang berlaku. Hal tersebut perlu dilakukan karena saat ini stok APD jumlahnya terbatas.

“APD jumlahnya terbatas, daripada menunggu pembuatan yang memakan waktu lama, alangkah baiknya APD yang tersedia di pasaran tetap dibeli. Setelah itu, tetap disesuaikan dengan standar keamanannya,” imbuhnya.(lut)