Kota Semarang Jadi Sasaran Pertama Operasi Serentak

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (HUMAS/ JOGLO JATENG)

SEMARANG – Wilayah Kota Semarang menjadi lokasi pertama operasi gabungan yustisi protokol kesehatan. Ada 5.720 personil yang terdiri dari TNI/Polri dan Satpol PP yang dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

Mereka disebar ke sejumlah titik seperti pasar tradisional dan tempat kerumunan lain untuk menegakkan protokol kesehatan secara ketat pada warga Kota Semarang.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, pihaknya akan mendukung penuh upaya penegakan hukum terhadap protokol kesehatan di Jawa Tengah. Pihaknya akan bersama-sama Pemda di Jateng melakukan operasi ini.

“Kami akan membantu penegakan Pergub dan Perda di Jateng. Di 35 Kabupaten/Kota ada Perbub dan Perwali. Kami akan mendukung pemda setempat melakukan kegiatan penegakan hukum dengan sanksi berdasarkan kearifan lokal masing-masing,” kata Luthfi, saat apel pasukan gabungan di Balai Kota Semarang, kemarin.

Baca juga:  Provinsi Jateng Terbitkan Pergub Pencegahan dan Penanganan TPPO

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, ada beberapa daerah yang menjadi perhatian pemerintah pusat di Jawa Tengah. Menurutnya, Kota Semarang dipilih karena menjadi salah satu daerah zona merah di Jawa Tengah.

“Kita butuh kerjasama untuk menurunkan penularan, angka kematian dan menaikkan angka kesembuhan. Sudah tujuh bulan sosialisasi dilakuka, tapi di sana sini masih perlu kita tertibkan. Makanya, hari ini kami menggelar operasi bersama TNI/Polri untuk menertibkan sekaligus mengedukasi,” kata Ganjar.

Terkait sanksi, Ganjar mengatakan ada banyak pilihan sanksi kepada pelanggar. Bisa saja sanksi sosial, atau sanksi administratif lainnya.

Baca juga:  Ribuan Warga Meriahkan Semarang Merdeka Flower Festival 2024

“Tapi kalau itu tidak terlaksana dengan baik, bukan tidak mungkin kita menerapkan sanksi yang lebih tegas. Jateng punya Perda yang mengatur pencegahan dan penanggulangan penyakit menular. Perda itu tahun 2013 dan saya terjemahkan dalam Pergub. Itu sanksinya cukup berat, yakni dipenjara selama 6 bulan dan bisa didenda Rp50 juta,” tegasnya.

Namun Ganjar ingin menyampaikan pada masyarakat, bahwa pihaknya tidak mau menghukum dengan sanksi itu. Ia hanya minta masyarakat membantu dengan tertib dan taat melaksanakan protokol kesehatan dengan baik.

“Masyarakat ayo bantu kami,” pungkasnya.

Baca juga:  Aulia Risma Diduga Dimintai Uang oleh Senior

Untuk diketahui, pelaksanaan operasi masif l akan dilakukan secara terus menerus di Kota Semarang. Sasarannyaa dalah tempat-tempat yang masuk dalam zona merah, baik di tingkat RT/RW atau kelurahan. (git/yos)