KUDUS – Wisata Air Tiga Rasa Rejenu di Desa Japan, Kecamatan Dawe, sempat ditutup karena pandemi Covid-19. Namun, wisata religi tersebut kini sudah mulai ramai dikunjungi. Baik dari masyarakat lokal Kudus maupun luar kota.
Meskipun sudah dibuka kembali normal sejak beberapa bulan lalu bertepatan pada Satu Suro, tidak lupa protokol kesehatan ketat diterapkan di situ. Hal ini demi mencegah penularan Covid-19.
Sri Widodo, selaku Tim Siaga Desa Japan mengatakan, ketika wisata awal-awal dibuka kembali, memang sedikit yang datang ke kawasan tersebut. Namun, semakin kesini mulai banyak yang berdatangan, tapi belum bisa dikatakan signifikan.
“Asalkan mematuhi protokol kesehatan yang telah dianjurkan. Pihak kami juga sudah menyiapkan tempat cuci tangan di beberapa sudut. Banner untuk memakai masker terbentang di pintu masuk kawasan air tiga rasa,” ucapnya di lokasi, saat ditemui belum lama ini.
Pihaknya menegaskan, agar masyarakat yang berkunjung kesini tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah dianjurkan oleh pemerintah. Demi kenyamanan dan keamanan kawasan wisata tersebut.
“Supaya perekonomian pedagang maupun pengelola bisa berjalan normal kembali. Masyarakat juga harus sadar akan protokol kesehatan yang telah kami tekankan di destinasi wisata tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Muhammad Firdaus Alan Dani Nugraha salah satu pengunjung wisata Rejenu mengatakan, dulu sebelum ada pandemi sesekali berkunjung ke lokasi tersebut untuk berwisata religi. Semenjak ditutup tidak bisa lagi merasakan suasana itu kembali.
“Ini mumpung kuliah libur tidak ada tugas, saya berkunjung kesini bersama rekan-rekan. Untuk menikmati suasana dan berwisata di sini. Sekaligus mencicipi kembali rasa air tiga rasa yang masing-masing mempunyai rasa beda,” katanya. (sam/gih)










