Sensasi Naik Dokar di GOR Wergu Wetan

Dokar di GOR Wergu Wetan
DOKAR: Terlihat dokar milik Subadi masih menunggu adanya penumpang. (SYAMSUL HADI/ JOGLO JATENG)

KUDUS – Menggunakan dokar miliknya, Subadi salah satu kusir warga Desa Jepang Pakis, Kecamatan Jati, dengan Komunitas Dokar Wisata menyediakan wisata bagi masyarakat yang hendak berkeliling menaiki dokar. Hal itu sudah ada sejak tahun 1998 di kawasan GOR Wergu Wetan.

Dengan tarif yang dibanderol seharga Rp 10.000 per orang, masyarakat bisa menaiki dokar dan berkeliling kawasan GOR tersebut. Tak lupa juga akan protokol kesehatan yang diharuskan bagi kusir.

Subadi mengatakan, sudah lama ngetem di kawasan tersebut untuk mencari penumpang dokar. Namun, semenjak pandemi berlangsung sempat berhenti tidak beroperasi.

“Saat virus corona baru booming beberapa bulan lalu sempat tak mangkal. Saat mulai kondusif dan boleh untuk mangkal, saya kesini kembali. Dengan catatan protokol kesehatan harus dijalankan secara maksimal,” ucapnya saat ditemui Minggu pagi kemarin.

Ia menerangkan, sekali angkatan dengan kapasitas lima orang. Baru bisa untuk berangkat keliling kawasan GOR. Akan tetapi, jika ada yang menyewa bisa langsung berangkat, dan tidak menunggu penuh.

“Ya alhamdullilah, semenjak diperbolehkannya kembali untuk beroperasi. Saya bisa mangkal kembali, meskipun tidak bisa dikatakan normal seperti dulu,” terangnya.

Subadi berharap, dengan adanya para dokar disini, masyarakat tidak heran dan bisa melihat kuda. Apalagi untuk anak-anak, untuk edukasi.

Terpisah, Dwi Mariana salah satu pengunjung yang menaiki dokar tersebut mengatakan, anaknya selalu berkeliling kawasan GOR menggunakan dokar. Tak lupa juga dengan didampingi sang ibu.

“Saya kesini bersama suami dan anak saya. Rutin setiap Minggu pagi jika tidak ada kegiatan, anak selalu meminta untuk naik dokar. Langganan Pak Subadi juga,” tuturnya.

Dengan adanya dokar disini yang bisa dinaiki, Dwi menanggapi sangat baik sekali bagi masyarakat dan anak-anak. “Karena untuk melihat saja kan jarang, ini malah juga bisa dinaiki,” imbuhnya.(sam/akh)