Razia Masker Satpol PP Kota Semarang, 6 Pelanggar Reaktif

Razia Masker Satpol PP Kota Semarang
PUSH UP: Sejumlah pelanggar protokol kesehatan menerima sanksi sosial dalam razia di Jalan Sambiroto, Kecamatan Tembalang, Kamis (5/11). (SIGIT AF/ JOGLO JATENG)

SEMARANG, JOGLOJATENG.COM – Sebanyak 6 pelanggar dari 49 orang yang terjaring razia protokol kesehatan di Jalan Sambiroto, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, dinyatakan Reaktif. Temuan tersebut dinyatakan usai 49 pelanggar menjalani rapid test di Puskesmas Kedungmundu.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, daerah Sambiroto memang menjadi perhatian pihaknya. Menurutnya, daerah tersebut masih dalam zona merah persebaran Covid-19.

“Hasil rapid saja sudah ada 6 yang reaktif dan kebanyakan anak muda, jadi kasian para perangkat yang terus keliling tapi warga sepertinya menyepelekan jadi saya minta tertib,” jelas Fajar usai memimpin Yustisi,Kamis (5/11)

.Dikatakan, 6 orang yang reaktif langsung dibawa ke puskesmas untuk dilakukan swab test. Jika hasil swab nantinya positif maka akan langsung dibawa ke Rumah Dinas Walikota untuk melakukan isolasi.

“Yang reaktif akan langsung dibawa ke puskesmas Kedungmundu dan langsung di-swab jika nanti hasilnya positif langsung masuk rumah dinas untuk isolasi, tapi jika rumdin penuh akan dikembalikan ke puskesmas setempat dan akan tetap dipantau dari DKK,” jelasnya.

Fajar menambahkan, dari hasil Yustisi sebanyak 34 orang pelanggar yang mendapat sanksi sosial berupa menyapu makam Sasonoloyo di Kelurahan Sambiroto dan 42 pelanggar lainnya dilakukan penyitaan KTP oleh petugas.

“Di sini termasuk luar biasa, ini wilayah Sambiroto walaupun mungkin bukan orang Sambiroto semua, tapi kalau dibanding tempat lain paling 20-30 pelanggar dalam waktu 1 jam, di sini dalam 1 jam sudah 70 an orang dan mereka sengaja tidak pakai masker dan dianggap ini hal biasa,” katanya.

Fajar juga menyampaikan agar masyarakat, terutama yang berada di zona merah tetap patuh pada protokol kesehatan. Karena di targetkan bulan Desember kota Semarang diharapkan bisa menjadi zona Hijau. “Siapa pun yang nanganin covid ini pasti bosen, tapi kita gak boleh ngeluh harus cepat selesai dan harapan kami 2021 sudah normal kembali,” ungkapnya. (git/gih)