SEMARANG – Provinsi Jawa Tengah dinobatkan sebagai provinsi nomor satu sebagai penyerap Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbesar se-Indonesia. Hal itu disampaikan oleh komisi XI DPR RI saat melakukan kunjungan kerja di Jawa Tengah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional III Jateng-DIY, akhir pekan lalu.
“Penyerapan KUR di Provinsi Jawa Tengah telah mencapai Rp29,13 triliun, untuk 973.532 debitur. Provinsi Jawa Tengah menjadi provinsi nomor satu penyerap KUR terbesar,” kata Ketua Komisi XI DPR RI, Dito Ganinduto.
Ia berharap penyerapan KUR yang cukup besar tersebut mampu menggerakkan roda perekonomian di tengah pandemi. Sehingga, para pelaku UMKM yang merupakan tulang punggung perekonomian kembali bisa menjadi jawara mengantarkan negara keluar dari resesi.
Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR RI, Musthofa mengatakan, pihaknya juga meminta kepada Kantor Regional III OJK Jateng-DIY untuk melakukan pendampingan kepada para pelaku UMKM. Bahkan, ia juga mendukung jika OJK memiliki platform yang dikhususkan untuk membantu UMKM menjual produknya secara online.
Musthofa menjelaskan, pendampingan yang dilakukan OJK juga diharapkan tidak setengah-setengah. Sehingga, di akhir tahun 2020 roda perekonomian menggeliat dan pertumbuhan ekonomi menjadi positif.
“Untuk membantu sektor UMKM ini, kita tidak main-main. Kita yang ada di Komisi XI memberi support total. Pesan saya tidak sekadar untuk dibuatkan model reseller-nya, tetapi yang terpenting adalah pendampingan. Harapan saya, UMKM di Jawa Tengah bisa menjadi contoh bagi UMKM yang ada di Indonesia,” katanya.
Lebih lanjut Musthofa juga meminta kepada para pelaku UMKM di Jateng untuk mampu menyuguhkan dan mengemas produknya agar menarik minat calon pembeli. Agar masyarakat semakin mencintai produk-produk lokal dan mengangkat ekonomi nasional. (cr2/gih)










