Eks Teroris Kolaborasi Budidaya Lele dengan Warga

Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
BERKUNJUNG: Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat melihat kolam lele di Sumur Adem IV Kelurahan Bangetayu Kulon, Kecamatan Genuk, Minggu (20/12). (HUMAS/ JOGLO JATENG)

SEMARANG – Mantan narapidana terorisme biasanya diselimuti stigma negatif masyarakat. Bahkan tak jarang, mereka ditolak kembali pada masyarakat, meskipun sudah menjalani hukuman atas kesalahannya dan sudah bertobat.

Namun hal itu tak nampak di Kota Semarang, tepatnya di Sumur Adem IV Kelurahan Bangetayu Kulon, Kecamatan Genuk. Di tempat itu, masyarakat dan eks napiter bisa berbaur rukun, bahkan bahu membahu mengembangkan bisnis bersama yakni budidaya lele.

Adalah Sri Pujimulyo Siswanto, eks napiter yang telah dihukum 12 tahun karena menyembunyikan pelaku Bom Bali, Noordin M Top dan Azhari yang menjadi inisiatornya. Bersama teman-teman eks napiter yang tergabung dalam Yayasan Persadani, Sri Puji memilih jalan ekonomi untuk bisa diterima kembali pada masyarakat.

Menggunakan lahan milik warga, Sri Puji dan teman-temannya mencoba budidaya lele. Bahkan ke depan, mereka berencana membuat tempat makan tengah sawah, dengan menu lele yang dibudidayakan itu. Lahan itu milik warga, dan sudah diizinkan untuk keperluan itu.

Sri Pujimulyo Siswanto mengatakan bahwa inisiasi budidaya lele bersama eks napiter dan masyarakat sekitar dimulai sejak 2019 lalu. Sejak saat itu, kolam lele dengan kapasitas 7500 san ekor itu sudah panen satu kali.

“Panen pertama tidak kami jual, tapi kami bagikan pada masyarakat. Ini mau panen kedua, dan kami berencana membuka kuliner Lele Sawah dengan membangun saung di sekitar lahan ini,” kata dia, kemarin.

Tak hanya untuk mencukupi ekonomi keluarga dan anggota eks napiter lain yang ikut dalam budidaya itu, langkah budidaya lele tersebut dilakukan Sri Puji sebagai metode mendekatkan diri kepada masyarakat. Dengan budidaya lele itu, pergaulan dan interaksinya dengan masyarakat sekitar semakin cair.

“Kalau hanya duduk ngobrol saja tidak akan nyambung. Dengan kegiatan semacam ini, menjadi lebih akrab dengan masyarakat. Suasana jadi cair dan semua saling menerima serta memahami,” jelasnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat menyambangi lokasi budidaya lele tersebut  mengatakan, ada dua persoalan eks napiter bisa kembali pada masyarakat setelah bertobat. Pertama adalah tingkat penerimaan masyarakat, dan kedua sektor ekonomi.

“Tapi di sini semuanya jalan. Mereka sudah terbuka, yang biasanya melotot, sekarang tertawa bersama,” jelasnya. (git/gih)