Kudus  

Pamsimas Jepang Pakis Selesai Dibangun

Koordinator BP-SPAMS Domas Mulia Jepang Pakis, Rohmat Tutut
INFRASTRUKTUR: Koordinator BP-SPAMS Domas Mulia Jepang Pakis, Rohmat Tutut, saat menunjukkan pompa inlet yang digunakan untuk menyalurkan air ke rumah-rumah warga, Rabu (20/1). (SYAMSUL HADI / JOGLO JATENG)

KUDUS – Program Nasional Penyediaan Air Minum (Pamsimas) di Desa Jepang Pakis, Kecamatan Jati, berhasil dibangun. Pamsimas ini difungsikan untuk menyediakan pasokan air bersih yang akan didistribusikan kepada warga menengah ke bawah.

Program dari pemerintah tersebut sudah dilakukan dua kali di Desa Jepang Pakis. Pada 2012, pemerintah sudah membangun satu pamsimas di wilayah Dukuh Krajan Kidul RT 02 RW 03. Kini, bangunan yang baru selesai ditujukan untuk warga Dukuh Krajan Lor RT 03 RW 03, Desa Jepang Pakis.

Selamat Idulfitri 2024

Koordinator Pengurus Badan Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (BP-SPAMS) Domas Mulia Jepang Pakis, Rohmat Tutut mengatakan, pihaknya mengajukan Pamsimas kepada Pemerintah Daerah (Pemda) untuk melatih masyarakat agar menggunakan air bersih. “Pamsimas ini kami sasarkan untuk masyarakat menengah ke bawah. Karena harganya yang bisa dikatakan lebih terjangkau,” ucapnya di Kudus, Rabu (20/1).

Baca juga:  Konsumsi Pertalite Diprediksi Naik, Stok di Kudus Dijamin Aman

Proyek ini sebetulnya diajukan pada 2019, akan tetapi baru terealisasikan di 2020. Ia dibangun pada 2021. Pamsimas tersebut bakal disalurkan ke 250 kartu keluarga (KK) guna menghindari kendala air mampet atau tidak mengalir.

“Yang sebelumnya pada 2012 hanya 150 KK. Ini sekaligus juga untuk memfasilitasi masjid dan musala, sebagai bentuk kegiatan sosial. Masyarakat yang benar-benar miskin kami berikan gratis,” jelas Rohmat.

Respon dari masyarakat, lanjutnya, awalnya tidak mau untuk menggunakan fasilitas tersebut. Namun, setelah melihat harga yang terjangkau sekaligus air yang memang bersih, permintaan untuk menyalurkan ke rumah-rumah warga banyak.

Baca juga:  Puluhan Sekolah Terdampak Banjir di Kudus Mulai Aktif KBM

“Ini sudah teruji dari Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kudus. Tingkat bakteri rendah,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa Jepang Pakis, Sakroni berharap, keberadaan pamsimas kedua di desanya mampu membantu para warga. Ia juga menginginkan pamsimas-pamsimas baru kelak agar semakin banyak masyarakat terjangkau. (sam/abu)