PEMALANG – Pada era globalisasi seperti saat ini, menjaga budaya tradisional bukanlah perkara yang mudah. Butuh keteguhan hati dan usaha yang konsisten untuk mempelajari bahkan mengembangkan budaya leluhur.
Hal ini lah yang dilakukan oleh gadis asal Kabupaten Pemalang yang bernama Putri Wulan. Rasa kagumnya terhadap tari tradisional sudah muncul sejak duduk di bangku taman kanak-kanak (TK) karena melihat aktivitas sang ibu sebagai seorang penari tradisional. Sejak saat itu, ia menekuni tari dengan mengikuti les tari dan berhasil mendapatkan prestasi pertamanya di bangku sekolah dasar (SD).
“Saat SD mulai ikut lomba itu namanya “PORSENI” dan Alhamdulillah dapat juara satu, setelah itu (pada saat) sekolah menengah pertama (SMP) juga sekolah menegah atas (SMA) saya juga mengkuti lomba dan sering menjadi juara,” katanya.
Berkat kepiawaiannya dalam mengkonsep Gerakan tubuh, ia sampai membentuk sanggar tari dan manajemen artis saat menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri di Kota Semarang. Sanggar yang bernama Seni Diwangkara didirikan untuk atau mebangkitkan kebudayaan. Hal ini dikarenakan sanggar ini bukan hanya mengajarkan materi tari, tetapi juga bermain alat musik tradisional, merias wajah, akting dan juga modelling.
“Saya dulu itu banyak membawa artis untuk dijadikan talent di acara tv, itu boyband indo yang dulu terkenal salah koeografer tarinya ya saya dan manajemen nya saya juga,” ujarnya.
Anak pertama dari tiga bersaudara ini juga pernah ditunjuk untuk tampil langsung di Amerika Serikat dalam acara Festival De Atesanias de America pada 2017. Pada kesempatan itu, ia membawakan beberapa tarian asli Indonesia.
“Saat acara di Amerika, stand Indonesia sangat banyak penontonnya, ya walaupun bayak juga yang di negara lain. Tapi setiap Indonesia tampil membawakan tariannya banyak msyarakat asing langsung berkumpul untuk melihat pertunjukan tariannya,” tuturnya.
Selepas lulus dari bangku kuliah, ia terpaksa memecah manajemen artis dan Sanggar Seni Diwangkara karena harus kembali ke kampung halaman. Saat ini, ia beraktivitas sebagai pengajar bagi puluhan murid-muridnya yang berusia muda di sanggar yang didirikannya tersebut di Pemalang.
Selain menjadi seorang guru tari, ia juga sedang bersiap untuk melanjutkan pendidikannya di Korea Selatan di jurusan tari modern. “Sekarang saya masih mempersiapkan untuk melanjutkan S2 ke Korea Selatan,” jelasnya.(cr8/akh)










