Sunan Geseng atau Ki Cakrajaya, murid Sunan Kalijaga memiliki peran besar dalam penyebaran agama Islam. Tak terkecuali di Banjarnegara. Masyarakat pun melestarikan ajaran dan nilai-nilai luhur yang dibawanya.
MEMPERINGATI Tahun Baru Islam 1447 H, Desa Gumelem Kulon, Susukan, Banjarnegara menggelar Grebeg Suran Sunan Geseng, akhir pekan lalu. Kegiatan diawali dengan kirab empat gunungan berisi hasil bumi dan makanan tradisional. Selain itu, ada juga tumpeng dan alat penderes yang dipikul oleh warga menuju Komplek Makam Sunan Geseng.
Kegiatan dilanjutkan dengan ziarah ke makam Sunan Geseng oleh Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali bersama Forkopincam Susukan, Kepala OPD dan Kepala Desa Gumelem Kulon. Acara tambah meriah ketika warga tumpah ruah ngalap berkah saling berebut gunungan yang berisi sayur mayur dan makanan tradisional.
Kepala Desa Gumelem Kulon, Arief Machbub mengatakan, Grebeg Suran ini merupakan gelaran kali kelima diadakan sebagai bentuk rasa syukur warga yang diselenggarakan setiap tahun baru hijriah. Selain itu, juga untuk mengenang Sunan Geseng atau Ki Cakrajaya, murid Sunan Kalijaga yang memiliki peran dalam penyebaran agama Islam.
“Grebeg Suran berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 27 Juni sampai 29 Juni 2025 dengan berbagai kegiatan, seperti kirab, ziarah makam, pentas seni dan pengajian,” ujarnya, belum lama ini.
Sementara itu, Wabup Wakhid Jumali mengapresiasi kegiatan tahunan di Desa Gumelem Kulon ini. Ia berharap, tahun baru hijriah bisa membawa semangat baru juga untuk berbuat lebih baik lagi.
“Tahun ini diharapkan lebih baik, semoga desa ini makin maju, warganya sejahtera dan gemah ripah loh jinawi. Untuk mewujudkannya, tidak hanya doa, tetapi juga ikhtiar terbaik,” katanya.
Wabup menilai, Makam Sunan Geseng yang berada di desa tersebut merupakan wisata religi untuk nguri-uri leluhur. Mengenang dan menghormati jasa leluhur harus terus dilestarikan agar nilai-nilai keteladanannya tidak hilang.
“Kita ambil, kita teladani nilai-nilai dari para leluhur. Ini tidak hanya sekadar tradisi, tetapi juga merupakan pedoman hidup yang berharga untuk membentuk masyarakat yang lebih baik,” ungkapnya. (abd/adf)










