Brebes  

Jumlah Masyarakat Mudik Turun 11 %

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
PAPARAN: Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Ketua DPR RI Puan Maharani, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau posko penyekatan di Gerbang Tol Pejagan, Brebes, Minggu (9/5). (HUMAS/JOGLO JATENG)

BREBES, Joglo Jateng  – Dalam rangka pengamanan Operasi Ketupat Candi 2021, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Ketua DPR RI Puan Maharani, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau posko penyekatan di Gerbang Tol Pejagan, Brebes, kemarin. Dari pantauan sementara, jumlah masyarakat yang mudik mengalami penurunan cukup signifikan.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menyampaikan bahwa dalam PAM Operasi Ketupat Candi 2021 tahun ini diprioritaskan untuk kegiatan penyekatan mudik. Ia memaparkan, sampai saat ini jumlah kendaraan yang masuk ke Jawa Tengah mencapai 32.000 kendaraan, Jawa Timur sekitar 10.000 kendaraan dan Jawa Barat sekitar 2.000-3.000 kendaraan.

Ia juga mengatakan, berdasarkan survey sebelum pemerintah menggencarkan larangan mudik, jumlah masyarakat yang akan mudik mencapai 18%. Namun setelah larangan mudik diterapkan, angka tersebut turun menjadi 11% atau sekitar 8 Juta sampai 11 Juta penduduk.

“Apabila kita bisa pertahankan angka tersebut, mudah-mudahan pergeseran angka Covid-19 bisa kita jaga,” jelas Kapolri.

Kapolri menjelaskan bahwa kepolisian telah melakukan penyekatan dan penguatan terhadap protokol kesehatan di setiap titik-titik. Namun, akan dilakukan pemeriksaan tambahan bagi masyarakat yang lolos atau berhasil mudik di daerah masing-masing.

“Hal ini tentu membutuhkan pemahaman dan pengertian dari seluruh masyarakat bahwa apa yang kita lakukan ini adalah dalam rangka untuk menjaga kesehatan masyarakat semua,” ujarnya.

Manteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan bahwa apa yang telah dilakukan oleh TNI-Polisi merupakan arahan Presiden dalam rangka menangani Covid-19. Penyekatan dilakukan berlapis sehingga apabila masayarakat lolos di satu tempat akan tetap di sekat di tempat lain.

“Apa yang dilakukan TNI-Polri ini sangat baik, dalam pantauan kami di sektor darat seperti di merak penurunan itu 80-90%, mandat Presiden agar logistik berjalan dengan baik ternyata ini hanya turun 5% artinya ini berjalan dengan baik,” ucap Budi.

Sementara itu, Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan dari pantaun udara yang dilakukan terpantau situasi di tol Pejagan cukup lancar dan terkedali. Dari 381 penyekatan yang dilakukan oleh polri di 3 provinsi yaitu Lampung, Banten dan Jawa Tengah sudah berjalan dengan lancar.

“Ini sebenarnya kebijakan yang harus diambil sebagai pengendalian dari Covid-19 yang sampai saat ini belum bisa kita antisipasi secara berkesinambungan. Karena kadang-kadang menurun kadang-kadang naik, dan ini terjadi bukan hanya di Indonesia tapi hampir di seluruh negara,” ungkap Puan.

Puan juga menghimbau agar masyarakat menahan diri agar tidak mudik. Aturan larangan mudik yang diterapkan Pemerintah adalah semata-mata untuk melindungi masyarakat. “Kita semua berdoa agar masalah Covid-19 ini segera berakhir, sehingga kita bisa kembali bertemu lagi dengan keluarga kita masing-masing,” ujar Puan. (hms/gih)