REMBANG, Joglo Jateng – Perayaan syawalan yang jatuh sepekan setelah hari raya idul fitri merupakan momen warga Kabupaten Rembang dan sekitarnya untuk menikmati liburan di pantai. Biasanya masyarakat mengisi kegiatan syawalan dengan naik perahu keliling sekitar tepi pantai, hal itu disebut lomban.
Tradisi lomban tahun ini berbeda dengan sebelumnya, pasalnya dimasa pandemi ini beberapa peraturan protokol kesehatan harus dipenuhi guna mencegah penularan Covid-19. Seperti lomban di Pantai Binangun Lasem. Pihak pengelola membatasi jumlah penumpang perahu yang semula diisi 30 sampai 40 orang kini hanya di isi 10 penumpang saja.
Salam, selaku koordinator kegiatan lomban mengatakan, melihat resikonya, kapasitas perahu hanya diperbolehkan mengangkut sekitar 10 orang saja sekali jalan. “Karena ini terkait dengan wisata laut, yang disitu ada segala macam resiko. Maka kita hitung betul. Jadi yang semula 30-40 orang per perahu, sekarang kita jadikan 10 orang,” jelasnya.
Tahun lalu tradisi lomban sempat dilarang pemerintah desa. Namun karena Pantai Binangun lokasinya terbuka, larangan itu tidak bisa berjalan sesuai harapan. Kenyataanya pantai tetap di penuhi pengunjung.
“Setiap tahun kita selalu mengadakan, tahun kemarin dari pihak desa pernah mengimbau untuk tidak diadakan karena terkait prokes dalam keadaan pandemi. Ternyata dalam keadaan terbuka seperti ini, dilarang pun pada akhirnya tetap datang,” imbuhnya.
Sementara itu Marfuah, pengunjung asal Kecamatan Pancur mengaku setiap momen syawalan dirinya beserta keluarga selalu berkunjung ke pantai. “Biasanya tiap tahun emang kesini, liburan syawalan atau kupatan. Berlebaran sekalian liburan, menghibur hatilah bersama keluarga,” pungkasnya. (cr6/fat)










