Pertahanan dan Fisik Jadi Evaluasi Shin

Pesepak bola Osvaldo Haay
PEMANASAN: Pesepak bola Osvaldo Haay (ketiga kanan) mengoper bola ke arah rekannya dalam pertandingan uji coba internal Timnas Senior Indonesia di Stadion Madya, kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, beberapa waktu lalu. (ANTARA/JOGLO JATENG)

DUBAI, Joglo Jateng – Pelatih tim nasional Indonesia Shin Tae-yong akan fokus meningkatkan fisik para pemainnya. Program itu dilakukan menjelang laga uji coba melawan Oman di Dubai, Uni Emirat Arab, Sabtu (29/5).

“Masih ada tiga sampai empat hari lagi hingga pertandingan. Kami harus lebih banyak meningkatkan fisik, itu yang terpenting,” ujar Shin, dikutip dari laman resmi PSSI.

Juru taktik asal Korea Selatan tersebut akan mempersiapkan skuadnya sebaik mungkin demi hasil bagus saat bersua Oman. Skuad timnas juga akan mengevaluasi kekurangan tim yang terlihat saat takluk dengan skor 2-3 dari Afghanistan dalam pertandingan uji coba pada Selasa (25/5).

Gelandang Timnas, Adam Alis juga berharap skuad Garuda bangkit setelah takluk dari Afghanistan dan fokus menatap laga versus Oman. Dia menyebutkan, Timnas perlu perubahan besar agar dapat meraup hasil baik di laga-laga berikutnya.

“Saat melawan Oman nanti, semoga kami bisa lebih kompak dan lebih kuat supaya kami siap untuk Kualifikasi Piala Dunia 2022,” tutur pesepak bola berusia 27 tahun itu.

Pertandingan Indonesia menghadapi Oman pada Sabtu (29/5) sudah didaftarkan PSSI untuk menjadi laga A FIFA. Sehingga nantinya hasil partai tersebut berpengaruh ke peringkat FIFA. Namun, belum ada kepastian lebih lanjut terkait itu.

Selain fisik pemain, Shin Tae-yong juga menyoroti kualitas pertahanan dan operan yang ditunjukkan skuadnya. Menurutnya masih banyak kekurangan yang dilakukan oleh lini pertahanan Timnas.

“Banyak kekurangan, pertama untuk stopper, kemudian passing. Secara keseluruhan masih banyak yang perlu diperbaiki dan itu harus dituntaskan satu demi satu,” imbuh Shin.

Dalam laga melawan Afghanistan, tim Garuda harus tertinggal tiga gol terlebih dahulu sebelum memperkecil kedudukan. Gol pertama Afghanistan bahkan dilesakkan di awal-awal pertandingan, tepatnya menit keenam.

Selain kelengahan lini belakang, Shin Tae-yong juga memerhatikan soal serangan balik anak-anak asuhnya yang dianggapnya tak efektif. “Kami sulit melakukan serangan balik yang baik,” tutur dia.

Meski demikian, Shin Tae-yong tetap mengapresiasi semangat juang Evan Dimas dan kawan-kawan. Setidaknya mereka mampu melesakkan dua gol pada babak kedua. Menurut dia, hal tersebut menunjukkan kegigihan dan para pemain layak mendapatkan terima kasih untuk itu.

“Saya berterima kasih atas usahanya,” kata Shin. (ara/fat)