JEPARA, Joglo Jateng – Angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Jepara masih tergolong tinggi. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jepara mencatat 417 kasus kecelakaan dengan 26 korban meninggal dunia (MD). Total kerugian material akibat kecelakaan tersebut mencapai Rp 396.050.000.
Berdasarkan data Satlantas Polres Jepara, jumlah kecelakaan tertinggi terjadi pada Mei dengan 78 kasus dan 3 korban meninggal dunia. Disusul Maret sebanyak 76 kasus dengan 5 korban meninggal, Juni sebanyak 75 kasus dengan 3 korban meninggal, April 72 kasus dengan 4 korban meninggal, Januari 67 kasus dengan 5 korban meninggal, serta Februari 49 kasus dengan 6 korban meninggal dunia.
Kasat Lantas Polres Jepara, AKP Royke Noldy Darean melalui Kanit Gakkum Satlantas Polres Jepara Ipda Ahmad Riyanto mengatakan, dari 417 kasus kecelakaan selama enam bulan terakhir itu juga tercatat 513 korban luka ringan.
Menurutnya, sebagian besar kecelakaan diawali dengan pelanggaran lalu lintas yang dipicu sejumlah faktor. Mulai dari kelalaian pengendara, tidak menguasai kondisi jalan, kecepatan kendaraan yang tinggi hingga berkendara tidak sesuai prosedur keselamatan.
“Mulai dari pengendara anak-anak yang belum cukup umur, tidak memakai sabuk keselamatan untuk roda empat, menggunakan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi atau knalpot brong, mengemudi di bawah pengaruh alkohol dan sebagainya,” ujarnya, Selasa (7/7/2026).
Melihat masih tingginya angka kecelakaan, pihaknya terus mengingatkan masyarakat agar lebih disiplin dalam berlalu lintas. Pengendara diminta mematuhi aturan, memastikan kondisi kendaraan layak jalan, serta melengkapi perlengkapan kendaraan, terutama lampu depan dan belakang.
Selain itu, Satlantas Polres Jepara juga rutin menggelar Blue Light Patrol di sejumlah titik rawan kecelakaan. Patroli malam tersebut dilakukan dengan menyalakan lampu rotator kendaraan dinas sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan.
“Tujuannya memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang melintas di daerah rawan kecelakaan, sekaligus memberikan efek kejut agar pengendara lebih berhati-hati saat melintas di lokasi tersebut,” pungkasnya. (oka/gih/rds)










