JEPARA, Joglo Jateng – Anggota Forum Anak Jepara didorong tidak hanya aktif menggelar kegiatan positif. Tetapi juga berani melaporkan apabila menemukan dugaan kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan sekitarnya.
Penguatan peran tersebut dilakukan melalui Pelatihan Pelopor dan Pelapor (2P).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Jepara di Gedung Jepara Nursing Center (JNC) DPD PPNI Kabupaten Jepara, Senin (6/7/2026).
Pelatihan dibuka oleh Kepala DP3AP2KB Kabupaten Jepara, Ika Mudrikatun. Kegiatan ini diikuti anggota Forum Anak Jepara sebagai wadah partisipasi anak dalam pembangunan daerah sekaligus perlindungan hak-hak anak.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas generasi muda agar mampu menjadi pelopor berbagai kegiatan positif. Sekaligus, menjadi pelapor apabila menemukan indikasi pelanggaran hak anak maupun kekerasan di lingkungan sekitarnya.
Ika Mudrikatun menegaskan bahwa Forum Anak memiliki posisi penting sebagai mitra pemerintah. Khususnya dalam mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah anak.
Menurutnya, anak-anak tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga harus diberi ruang untuk berpartisipasi aktif. Hal ini penting dalam menciptakan perubahan positif menuju terwujudnya Indonesia Emas.
“Forum Anak bukan hanya menjadi tempat berhimpun bagi anak-anak, tetapi juga harus mampu menjadi agen perubahan,” ujar Ika.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap mereka semakin berani menyuarakan hak-hak anak, mengedukasi teman sebaya, serta melaporkan apabila menemukan kasus kekerasan di lingkungan sekitar,” imbuhnya.
Ia mengatakan, upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk anak-anak.










