PARIS, Joglo Jateng – Novak Djokovic menjuarai Grand Slam lapangan tanah liat keduanya. Setelah pada pertandingan final French Open 2021 mengalahkan unggulan kelima Stefanos Tsitsipas 6-7(6), 2-6, 6-3, 6-2, 6-4, Minggu (13/6).
Sempat tertinggal dua set, membuat kemenangan Djokovic atas Rafael Nadal dalam semifinal yang dicapai susah payah sepertinya akan berakhir sia-sia. Namun unggulan teratas ini bisa membalikkan keadaan untuk mengamankan gelar Grand Slam ke-19.
“Pertandingan ini tidak mudah, secara fisik dan mental ini sangat sangat sulit bagi saya. Selalu saya pikirkan dalam tiga hari ini. Saya percaya kepada kapasitas dan permainan saya. Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan,” katanya.
Djokovic yang pertama kali juara di Roland Garros pada 2016 ini berusaha keras melalui set ketiga dan keempat saat Tsitsipas kehilangan intensitasnya. Masuk set kelima, Tsitsipas berusaha melancarkan serangan pada awal set. Namun Djokovic berhasil menghalau, karena sudah menemukan ritme permainan. Djokovic yang dikenal dengan pertahanannya yang solid, tak membiarkan Tsitsipas mencetak nilai dengan mudah.
Dalam waktu empat jam 11 menit, petenis peringkat satu ATP itu pun menorehkan sejarah baru. Kini dirinya menjadi petenis yang mengoleksi minimal dua kemenangan dalam setiap Grand Slam.
Dengan pencapaiannya di Paris kitu dia hanya tertinggal satu gelar Grand Slam dari rekor 20 gelar yang dimiliki Nadal dan Roger Federer. Sementara itu Tsitsipas terlihat sedih setelah kalah dalam babak final Grand Slam perdananya. Ambisinya sebagai Next Gen ATP untuk mendobrak dominasi tiga petenis terbaik dunia pun pupus.
“Ini adalah pertarungan besar, saya sudah berusaha sebaik-baiknya dan melakukan sebanyak yang saya bisa,” tutup Tsitsipas.
Stefanos Tsitsipas dipaksa belajar dengan cara keras selama dua bulan terakhir. Bahwa Novak Djokovic dan Rafa Nadal akan giliran berada di puncak permainan putra.
Tsitsipas sempat mengungguli Djokovic dalam perempat final Rome Masters tahun ini, namun akhirnya kalah jua. Dia juga memaksa juara French Open 13 kali Rafa Nadal untuk bertarung tiga set dengan ketat dalam final Barcelona Open, tetapi lagi-lagi gagal.
Petenis berusia 22 tahun ini ingin menjadi pemain Yunani pertama yang menjuarai Grand Slam itu. Dirinya sudah berada dalam jalur yang benar untuk mematahkan dominasi dua petenis yang sudah menjuarai 11 dari 12 turnamen utama tenis yang terakhir.

“Saya bisa bermain untuk merebut gelar dengan seperti ini. Terlepas dari kekalahan saya hari ini, saya yakin kepada permainan saya. Saya yakin sekali bisa mencapai titik itu segera,” kata Tsitsipas kepada wartawan.
Tsitsipas masih terheran-heran bagaimana bisa Djokovic mengubah permainannya setelah kalah dalam set kedua. Djokovic mengambil jeda luar lapangan setelah kalah pada set kedua dan begitu dia masuk lagi ke lapangan, pertandingan menjadi lain sama sekali.
“Saya tidak beranggapan saya sudah banyak berubah. Saya hanya menjaga kecepatan yang sama. Saya mempertahankan hal-hal yang berjalan untuk saya. Tapi akhirnya, saya tidak tahu, dia meninggalkan lapangan setelah dua set tertinggal dua nol. Saya tak tahu apa yang terjadi di sana, tetapi dia sekonyong-konyong menampilkan diri di depan saya bagaikan pemain yang berbeda,” terangnya
Ditanya apakah dia merasa Djokovic tiba-tiba berubah secara fisik jauh lebih baik, Tsitsipas memperkirakan hal itu bisa saja terjadi. Namun menurutnya, semuanya terasa jauh lebih segar dan jauh lebih baik dari sebelumnya.
“Saya tak tahu. Saya merasa dia mendadak bisa membaca permainan saya sedikit lebih baik. Bagus untuknya. Dia melakukannya dengan baik untuk sampai ke sana,” ungkapnya. (ara/fat)










