Toleransi Terjaga, Hindari Konflik antar Umat Beragama

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ansor Kabupaten Rembang, Muhammad Nadhif Shidqi
Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ansor Kabupaten Rembang, Muhammad Nadhif Shidqi. (ZULFIA HARYANTI / JOGLO JATENG)

REMBANG, Joglo Jateng –Ssebagai kabupten yang sudah berusia 280 tahun, Rembang punya sejarah toleransi yang cukup baik. Tidak punya trauma tentang konflik antar umat beragama diwilayah tersebut.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ansor Kabupaten Rembang, Muhammad Nadhif Shidqi mengatakan, hal itu merupakan nilai luhur yang harus dibanggakan dan dijaga. “Rembang adalah salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki akar sejarah toleransi antar umat beragama. Bahkan sebelum Kabupaten Rembang berdiri. Jadi kita tinggal meneruskan dan menjaga,” ungkapnya.

Menurutnya, hal itu membuat masyarakat lebih mudah menerima perbedaan. Di Ansor pun dalam upaya menjaga toleransi antar umat beragama, tidak merasa sendirian. Semua bersama-sama dan menjadi lebih ringan.

“Misal ada yang mengajak geger, dilihat bagaimananya dulu. Kalau sudah menyinggung organisasi ya ruwet (rumit), pasti kita gruduk (datangi rame-rame, red). Tapi kalau dia oknum, kemudian menyatakan sebuah sikap atau pernyataan yang membuat resah masyarakat, tentu kita melakukan upaya-upaya menghindari mafsadah (kerusakan),” terangnya.

Gus Nadhif mengatakan, prinsipnya, lebih baik menghindari mafsadah daripada hanya demi mendapatkan sesutu yang baik tapi menimbulkan kerusakan yang lebih besar. Kalaupun ada gejala intoleransi, pihaknya memiliki tim di banser yang mempunyai mekanisme deteksi dini untuk menangkap sinyal selemah apa pun. Kemudian sikap pertama kita adalah tabayyun.

Cara pertama yang dilakukan adalah melokalisasi supaya konflik tidak menyebar kemana-mana dan sebelum viral ke media sosial. Setelah itu, pihaknya akan melakukan tabayyun. Selama ini pihaknya berhasil meredam potensi konflik antar umat beragama hanya sampai pada taraf tabayyun. Belum pernah sampai ke ranah hukum.

“Kembali pada toleransi, waktu kita ada acara ngaji banser, ada perwakilan gereja datang mengucapkan terima kasih karena kami ikut menjaga gerejanya saat Hari Raya Paskah.  Dia mengucapkan terima kasih dan menawarkan diri untuk menjaga umat islam saat sholat idul adha. Namun ternyata sedang PPKM,” pungkasnya dengan tertawa renyah. (zul/fat)