Mahasiswa KKN UIN Walisongo Berupaya Tingkatkan Kesadaran Patuhi Prokes

KELILIMG: Mahasiswa KKN UIN Walisongo membagikan masker, hand sanitizer kepada warga Desa Langenharjo, belum lama ini. (DOK. MAHASISWA KKN UIN WALISONGO/ JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Dalam Situasi pandemic, menetapkan protokol kesehatan (prokes) menjadi hal yang wajib dipatuhi oleh masyarakat umum. Namun masih banyak masyarakat yang mengabaikan prokes tersebut khususnya memakai masker ketika bepergian.

Dalam hal ini salah satu Mahasiswa KKN UIN Walisongo yang berlokasi di Desa Langenharjo RT 03 RW 05 berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya kesehatan, dengan cara mematuhi protokol kesehatan. Kegiatan tersebut merupakan perwujudan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian terhadap masyarakat. Pengabdian dilakukan dengan metode sosialisasi serta edukasi ke warga sekitar.

Kegiatan sosialisasi dan edukasi dilaksanakan anggota mahasiswa KKN dengan cara door to door seperti pembagian masker, hand sanitizer serta pemasangan poster sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya kesehatan di masa pandemi.

Anggota Kelompok 04 KKN Mandiri UIN Walisongo, Ahmad Saefudin Husni mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu cara meningkatkan kesadaran warga dalam mematuhi prokes.

“Kegiatan ini merupakan langkah utama yang baik dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi prokes, dengan cara membagi masker, hand sanitizer dan poster sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya prokes, sehingga dapat memutus rantai penularan virus corona,” ungkapnya, belum lama ini.

Sebagai pengingat pentingnya mematuhi protokol kesehatan mahasiswa KKN juga memasang spanduk 3M di gang dekat lokasi KKN tersebut dan mendapat dukungan dari masyarakat.

“Saya sangat mendukung kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, berawal dari diri kita semoga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat lingkungan sekitar, syukur-syukur masyarakat luas dan dapat membantu mengurangi resiko tertularnya Covid-19,” ujar Hadi, warga setempat. (hms/gih)