BATANG, Joglo Jateng – Seorang pengrajin kayu Warga Desa Sempu, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang memanfaatkan berbagai limbah kayu menjadi kerajinan dengan beberapa variasi desain kerajinan. Hal itu dilakukannya karena banyak limbah kayu di daerahnya, sehingga ia memanfaatkannya menjadi kerajinan tangan berupa hiasan dinding dan yang lainnya.
“Berawal dari kecintaan saya dengan seni rupa sampai kuliah di jurusan tersebut, membuat jatuh cinta dengan kerajinan kayu. Apalagi saya mengajar keterampilan kayu. Akhirnya saya kembangkan lagi kerajinan kayunya di rumah sehingga bisa menjadi sumber penghasilan,” katanya, saat ditemui di rumahnya, Selasa (05/10).
Ia menjelaskan, kerajinan kayu yang pertama kali dibuatnya yaitu cermin bulat. Seiring berjalannya waktu, ia mengembangkan hasil karyanya seperti kaligrafi, kursi, meja, tempat sampah, tempat pensil, dan tempat lampu.
“Limbah yang digunakan dari kayu jati. Karena kualitasnya yang bagus dan daerah sini memang banyak pohon jati yang sisa-sisanya tidak dimanfaatkan. Limbah sendiri bisa diambil dari hutan seperti ranting pohon atau tunggak yang tidak dipakai. Serta limbah dari penggrajin yang memiliki sisa-sisa dari potongan kayu,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam sehari ia bisa menghasilkan kurang lebih tiga kerajinan, tergantung tingkat kesulitannya. “Harga kerajinan dijual mulai dari Rp5.000 sampai jutaan rupiah tergantung bentuk barangnya. Misalnya gantungan kunci harganya Rp5.000, cermin harganya Rp300.000 dan satu set kursi Rp3.000.000” terangnya.
Sementara itu, biasanya ia memasarkan produknya dengan mengikuti pameran mewakili Kabupaten Batang ke Inakrab dan Indokrab Jakarta, itu yang sangat membantu. Dengan adanya pandemi Covid-19 pihaknya merasa sedikit terhambat dalam hal pemasaran barang. Hanya yang sudah berlangganan saja yang memesan.
“Selama ini peminat kerajinan saya kebanyakan ada di Pulau Jawa. Seperti daerah Solo dan Salatiga paling banyak. Pendapatan perbulan sebelum adanya pandemi Covid-19 kira-kira sebesar Rp3.000.000 sudah bersih,” pungkasnya. (hms/all)










