Kudus  

Milenial Harus Sigap Tanggap Bencana

PDPM Kudus
GELAR: Seminar dengan tema Membangun Peran Generasi Muda untuk Tanggap Bencana yang diadakan PDPM Kudus. (SYAMSUL HADI / JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kudus, mengajak kaum milenial untuk tanggap bencana. Hal ini dilakukan, sebab melihat kondisi kebencanaan yang ada di Kota Kretek cukup luar biasa.

Ketua PDPM Kudus Abdur Rozaq mengatakan, kegiatan ini merupakan sinergi dari Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bersama Pemuda Muhammadiyah setempat. Tema yang diambil pada kegiatan tersebut adalah, Membangun Peran Generasi Muda untuk Tanggap Bencana.

“Kami lihat di Kudus ini bencananya termasuk luar biasa. Ada banjir, tanah longsor, dan sebagainya. Melihat intensitas curah hujan yang cukup tinggi, kegiatan untuk tanggap bencana seperti ini harus digiatkan,” ucapnya.

Adapun peserta yang mengikuti kegiatan tersebut, meliputin Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah. Meliputi Pemuda Muhammadiyah, Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah (NA), Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Hizbul Wathan (HW), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Selain itu, juga ada dari relawan Muhammadiyah yang tergabung dalam MDMC, serta Kokam Pemuda Muhammadiyah.

“Harapannya, para generasi milenial ini akan lebih sigap dan lebih siap dalam menghadapi bencana. Sekaligus dapat membantu meminimalisir dampak dari kebencanaan itu sendiri,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kudus Ahmad Hilal Majdi menambahkan, mereka memiliki jargon One Muhammadiyah One Respon (OMOR). Sehingga Angkatan Muda Muhammadiyah harus satu komando dalam tanggap bencana. Tidak memikirkan, mementingkan, dan menonjolkan kepentingan setiap Ortom.

“Dalam tanggap bencana ini, jangan sampai mementingkan ego sendiri. Jaga komunikasi dan kekompakan antar Ortom, dalam tanggap kebencanaan,” jelasnya dalam sambutan.

Kemudian, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kudus Wiyoto menjelaskan, jumlah generasi muda berusia produktif cukup tinggi, yakni 70 persen. Harus dapat berperan aktif dalam tanggap bencana.

“Generasi milenial ini harus lebih aktif dalam tanggap bencana. Jangan hanya menjadi generasi yang malas. Juga harus peka terhadap kondisi saat ini, di kondisi yang serba digital,” tambahnya. (sam/fat)