PTM Penuh Perlu Simulasi Matang

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono (HUMAS/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) penuh atau kapasitas 100 persen di sekolah perlu disiapkan dengan matang. Sebab, kondisi pandemi Covid-19 belum usai.

Diketahui, di Jawa Tengah sudah ada sekolah yang melaksanakan PTM penuh. Namun sebagian wilayah masih melaksanakan tatap muka secara terbatas.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono menuturkan, simulasi tatap muka penuh harus disesuaikan dengan kondisi pandemi saat ini. Sehingga kedepannya tidak menimbulkan klaster baru di lingkungan sekolah.

“Kita siapkan simulasi yang baik. Mengingat pandemi ini belum selesai, dan presiden juga menyatakan demikian. Maka tentu harus disesuaikan dengan protokol kesehatan (prokes) yang berlaku,” ujarnya Senin (3/1).

Ia menguraikan, dalam simulasi ini semua siswa harus dipastikan keselamatannya, juga para guru dan pegawai lainnya. Supaya tidak bertentangan dengan prokes yang diterapkan. Selanjutnya, proses ini terus dilihat perkembangannya dan juga dilakukan dievaluasi.

Ferry mengingatkan, situasi pandemi ini masih berjalan. Pembelajaran di sekolah harus tetap dengan prokes yang sesuai. “Bagi sekolah yang sudah mulai, agar tetap menjaga prokes di lingkungannya,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga mendorong percepatan vaksinasi anak usia 6-11 tahun agar segera tuntas. Vaksinasi tersebut terus diupayakan sehingga PTM penuh di sekolah dapat terlaksana secepatnya.

Ia menargetkan seluruh siswa sudah ikut vaksinasi di awal tahun ini. “Harapannya vaksinasi anak segera dipercepat agar dapat menjangkau para siswa. Dengan demikian, upaya tersebut dapat mendukung terlaksananya PTM penuh di sekolah,” paparnya. (ziz/gih)