BATANG, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang siapkan tempat untuk peletakan Hibah Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) dari Korps Marinir TNI AL. Hibah tersebut berupa satu tank tempur dan dua meriam yang akan ditempatkan di Alun-alun Batang.
Hibah Alutsista tersebut, karena Batang memiliki sejarah perjuangan bagi TNI AL. Sehingga Komandan Korps Marinir TNI AL Mayjen (Mar) Suhartono yang merupakan kelahiran Batang, menawarkan hibah Alutsista dan langsung direspon Bupati Batang Wihaji.
Tiga Alutsista yang sudah tak terpakai itu berusia puluhan tahun. Dan diberangkatkan dari Pangkalan Korp Marinir Surabaya dan direncanakan tiba di Batang pada, Rabu (26/1) dini hari.
Tank jenis ranpur PT 76 itu buatan tahun 1961 dari Negara Rusia. Dengan panjang 7,20 meter, panjang senjata 7,20 meter, lebar 3,14 meter dan tinggi 2,37 meter. Kemudian, meriam jenis Howitzer 122 MM buatan Cekoslavia tahun 1942. Dengan kaliber 121,92 mm, panjang laras 2800mm, tinggi 1820mm, lebar 1975mm dan beratnya 2500 kg.
Bupati Batang Wihaji Batang mengatakan, ada sejarah perjuangan TNI Angkatan Laut di pesisir Batang. Dan tidak sedikit prajurit yang gugur.
“Untuk penempatan di Alun-alun Batang sudah kita konsultasikan dengan para sesepuh. Mereka menyarankan ditempatkan di tempat yang berwibawa. Ini merupakan simbol perjuangan para TNI Angkatan Laut,” jelasnya.
Ia menyebutkan, proses peresmian dan penyerahan berita acara hibah akan dilaksanakan pada minggu ini oleh Komandan Korp Marinir AL Mayjen (Mar) Suhartono.
“Insyaallah, Kamis (27/1) kita akan resmikan bersama dengan Komandan Korp Marinir AL,” terangnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Batang Murharyanto saat ditemui di Kantornya, Selasa (25/1) mengatakan, tank dan meriam akan ditempatkan di utara pohon beringin. Berjejer dengan formasi tank di tengah dan dua meriam di samping.
Ia menyebutkan, penempatan landasan pondasi tiga Alutsista tersebut dilaksanakan oleh Korps Zeni Marinir. Selanjutnya diteruskan oleh Pemkab Batang untuk penyelesaiannya hingga pemagaran.
“Tiga Alutsista rencananya kita beri pagar dengan tiang-tiang yang dikasih rantai saja. Jadi tetap terbuka dan masyarakat bisa melihat secara langsung dan untuk berswafoto,” ungkapnya. (hms/all)










