Gelar Vaksinasi Booster Pegawai Setda

ANTUSIAS: Nampak beberapa pegawai sekretariat daerah saat mendaftarkan diri untuk vaksinasi booster di Sasana Bhakti Praja Pendopo Kabupaten Pemalang, Rabu (9/2). (ALLAM MUZHAFFAR/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pemalang menggelar percepatan vaksinasi dosis tiga (Booster) di Sasana Bhakti Praja, Rabu (9/2). Kegiatan tersebut bertujuan untuk memfasilitasi seluruh pegawai di lingkungan Setda Pemalang. Yang belum melakukan vaksin booster dan vaksin dosis dua.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Pemalang, Erna Nuraini mengatakan, percepatan vaksinasi yang digelar di Setda tersebut digagas oleh Sekretaris Daerah Pemalang, M Arifin, yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan. Sasaran vaksinasi tidak hanya ditujukan kepada pegawai di lingkup setda saja. Akan tetapi terbuka untuk kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan seluruh staf OPD yang belum mendapatkan vaksin dosis kedua dan booster.

“Vaksin yang kami laksanakan ini khusus untuk pegawai lingkungan Setda Pemalang. Diperkirakan jumlah vaksin sebanyak 250 dosis yang disediakan. Tapi kami juga mengundang kepala OPD, tanggapannya juga baik. Sehingga para kepala OPD mengusulkan stafnya untuk mengikuti vaksin juga,” terangnya saat diwawancarai di Sasana Bhakti Praja Kabupaten Pemalang, Rabu (9/2).

Sementara itu, Bidang Pemberantasan Penyakit (P2) Dinkes Pemalang Eri Endrasmoko mengatakan, pihaknya siap membantu dan mendukung segala proses untuk mencapai target percepatan vaksinasi. Khususnya di sektor yang gampang dikumpulkan. Seperti OPD, institusi, sekolah dan pabrik di Kabupaten Pemalang.

“Kita utamakan sektor-sektor itu. Karena lebih mudah dikoordinir dan dikumpulkan untuk pelaksanaan vaksinasi. Sehingga untuk melakukan vaksinasi lebih cepat. Setelah itu, baru kita menyasar masyarakat. Agar target vaksin segera tercapai,” terangnya.

Ia menjelaskan, saat ini untuk capaian vaksinasi berdasarkan data NIK untuk dosis kedua sudah mencapai 63,60 persen. Sedangkan capaian vaksinasi dosis ketiga berada di angka 1,41 persen.

Ia menambahkan, masih rendahnya capaian vaksinasi booster, lantaran masa interval vaksinasi. Karena untuk menerima vaksinasi booster harus menunggu selama enam bulan setelah mendapatkan vaksinasi dosis kedua.

“Jadi kami sebelum melakukan vaksin dosis tiga, kami lihat interval vaksin dosis duanya terlebih dahulu. Apakah mayoritas pegawai atau siswa di lokasi itu sudah melakukan vaksin dosis dua, masa intervalnya berapa lama dan jumlahnya berapa orang. Sehingga kita baru membuka pelayanan vaksin atas dasar survei itu,” ungkapnya.

Ia berharap, bagi seluruh warga Pemalang yang belum mendapatkan vaksin dosis dua, segera melakukan vaksin di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Sehingga bisa segera memperoleh vaksin booster setelahnya. (all)