Kudus  

Pemkab Kudus Bentuk Tim Verifikasi untuk Lakukan PSN

PANTAU: Tim Kesehatan Kudus saat menyambangi rumah warga untuk melakukan pemeriksaan lokasi yang berpotensi menimbulkan genangan air, beberapa waktu lalu. (DOK. PRIBADI / JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus terus berupaya mencegah peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Salah satunya dengan membentuk tim verifikasi, untuk melakukan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di daerah yang terdapat kasus DBD.

Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, tim verifikasi telah dikerahkan untuk mengidentifikasi wilayah yang terdapat kasus DBD. Selanjutnya, wilayah yang terkonfirmasi akan dilakukan pengadaan PSN. Sebagai bentuk antisipasi penyebaran kasus DBD lebih lanjut.

“Sudah ada tim verifikasi lapangan. Jadi kalau memang ada wilayah yang terdapat kasus dan banyak korban, kita kirim tim verifikasi ke sana untuk kemudian dilakukan PSN. Belum serentak, tapi untuk seluruh wilayah yang terdapat kasus DBD. Kalau secara masif nanti bisa kita kondisikan per wilayah,” terangnya.

Sebelumnya, kasus DBD di Kota Kretek memang tengah mengkhawatirkan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, hingga 9 Februari lalu terdapat 92 kasus sepanjang 2022. Bahkan tiga di antaranya meninggal dunia.

Sementara itu, pelaksana harian (Plh) Kepala DKK Kudus dr. Andini Aridewi menyebutkan, upaya paling efektif untuk menekan kasus DBD adalah dengan PSN. Oleh sebab itu, pihaknya juga secara aktif terus melakukan sosialisasi PSN ke masyarakat.

“Kami terus sosialisasikan gerakan PSN dengan 3M ke masyarakat. Sebagai bentuk pencegahan peningkatan kasus DBD. Karena jika hanya dilakukan dengan fogging saja, yang mati hanya nyamuk dewasa, Sedangkan nyamuk yang masih kecil masih bisa hidup,” pungkasnya.

Selain itu, pihaknya juga terus melakukan screening DBD sebagai bentuk antisipasi penyebaran kasus di Kudus. Sehingga, DKK dapat mengetahui secara dini apabila terjadi kasus dan dapat melakukan tindakan yang tepat ke depan. (abd/fat)