Pati  

Pemkab Pati Dukung Pemberhentian PTM Sementara

TERLIHAT: Pembelajaran Tatap Muka di SMP 4 Pati Sebelum PTM di berhentikan, beberapa hari lalu. (DOK PRIBADI/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Akibat melonjaknya kasus Covid-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mengeluarkan surat edaran Nomor 440/426 Tentang Pemberhentian Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sementara. Menanggapi hal itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati mendukung kebijakan yang telah diberlakukan oleh pemkab.

Wakil Ketua ll DPRD Pati Hardi mengatakan, pembelajaran daring sudah sepatutnya dilaksanakan. Sebab hal itu sebagai langkah pencegahan penularan Covid-19, apalagi saat ini terjadi lonjakan kasus di wilayah tersebut.

“Sebelumnya, kami sudah menerima usulan para guru. Kalau PTM ini terus dilakukan, akan terjadi potensi penularan Covid-19 klaster anak-anak. Jadi saya rasa keputusan bupati ini sudah tepat,” ujarnya.

Hardi menuturkan, satuan pendidikan di seluruh Kabupaten Pati telah diberhentikan dan beralih pembelajaran daring. Dirinya mengaku, meskipun daring kurang efektif, namun langkah itu dilakukan untuk menekan lonjakan kasus Covid-19.

“Sebenarnya anak-anak sudah sadar akan menerapkan protokol kesehatan, tetapi terkadang masih lalai. Apalagi hingga saat ini vaksinasi bagi anak-anak belum sepenuhnya selesai,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati mengungkapkan, selama PTM berlangsung pihaknya melakulan evalusi dengan swab semple. Alhasil di beberapa tempat pendidikan terdapat temuan semple positif Covid-19 cukup tinggi.

“Dilihat dari semple terdapat kurang lebih 3 persen positif. Kemudian kita kembangkan lagi  ke anak-anak lainya dan ternyata terjadi penularan yang signifikan,” tuturnya.

Berdasarkan data temuan itulah kemudian bupati mengeluarkan surat edaran pemberhentian PTM. “Apalagi anak-anak kerap mengabaikan prokes ataupun dari pihak orang tuanya yang kurang memperdulikan. Sebab itulah kebijakan ini harus dilakukan,” tandasnya. (cr7/fat)