KUDUS, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus terus berupaya mencegah peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayahnya. Melalui Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, setiap puskesmas diinstruksikan untuk mengadakan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) setiap hari Jumat secara rutin.
Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, pihaknya telah melakukan langkah antisipatif untuk menekan peningkatan kasus DBD. Salah satunya dengan menggencarkan program PSN melalui Puskesmas.
“Sudah kami instruksikan untuk mulai menggencarkan PSN, karena kalau pemberantasan dengan fogging itu hasilnya kurang maksimal. Terutama untuk wilayah-wilayah yang memang terdapat kasus DBD. Setiap wilayah akan dikondisikan nanti,” terangnya.
Sementara itu, pelaksana harian (Plh) Kepala DKK Kudus dr. Andini Aridewi menyebutkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh Puskesmas di Kudus terkait gerakan PSN setiap Jumat. Mobilisasi juga dilakukan, untuk melakukan kontrol apabila terjadi kasus di suatu wilayah.
“Kita terus berupaya dengan turun langsung ke lapangan dan bekerja sama dengan Puskesmas. Rencananya mulai Maret nanti akan diadakan PSN secara terprogram setiap hari Jumat. Sebelumnya juga sudah ada beberapa Puskesmas yang secara rutin melakukan PSN setiap Jumat. Seperti Puskesmas Mejobo, Dersalam, Jepang, Purwosari, dan Gribig,” paparnya.
Dalam pelaksanaannya, PSN rutin akan dilakukan secara bergiliran dari desa ke desa. Selain itu, program tersebut juga akan melibatkan berbagai pihak. Mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, TNI, Polri, dan masyarakat secara umum.
“Jadi nanti kegiatan PSN itu akan berpindah-pindah sesuai dengan wilayahnya. Kemudian nanti yang terlibat adalah stakeholder lintas sektoral, mulai dari kecamatan, desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas,” pungkasnya. (abd/fat)










