PEMALANG, Joglo Jateng – Kabupaten Pemalang kembali menjadi sasaran program Pengembangan Kepedulian dan Kepeloporan Pemuda (PKKP) Jawa Tengah 2022. Yang bertujuan untuk meningkatkan derajat perekonomian masyarakat desa dengan melakukan pengabdian di desa yang membutuhkan penanganan kemiskinan ekstrem.
Program tersebut merupakan pengabdian para sarjana muda dari berbagai program studi. Khususnya ilmu sosial dan ekonomi. Dengan target mereka dapat memiliki ketrampilan kerjasama membangun jaringan, kemandirian dan membentuk usaha kelompok pemuda.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Mualip melalui Kabid Pemuda Dan Olahraga Kustanto mengatakan, hal tersebut karena Pemalang masuk dalam program prioritas pengentasan kemiskinan ekstrem. Pihaknya juga menekankan kepada peserta PKKP untuk melihat potensi dan mengembangkannya di setiap desa.
“Dalam penugasan, PKKP akan melakukan tugas utama, yaitu menggerakan, mendampingi, memfasilitasi dan membangun kemandirian pemuda desa. Jadi diharapkan mereka dapat membantu pemerintah desa dalam menangani pengentasan kemiskinan ekstrem,” ujarnya di Kantor Disparpora, Senin (14/3).
Ia mengatakan, ada 10 muda-mudi Pemalang yang telah lolos seleksi di provinsi. Dan nantinya akan ditempatkan di lima desa prioritas yang masuk program pengentasan kemiskinan ekstrem.
“Terdiri dari empat laki-laki dan enam perempuan. Semuanya sudah mendapatkan pembimbingan dan persiapan dari provinsi. Jadi ketika terjun langsung ke desa mereka sudah paham hal apa yang harus dilakukan,” pungkasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, untuk pemilihan desa tersebut atas dasar pengajuan dari Disparpora, melalui data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Kemudian diseleksi dan dipilih secara acak. Berbeda dari tahun sebelumnya, di mana sebagian besar desa dipilih dari wilayah kota Pemalang.
Ia menambahkan, untuk 2022 ini lima desa terpilih dari wilayah yang jauh dari kota. Yaitu Desa Bantarbolang dan Pegiringan di Kecamatan Bantarbolang, serta Desa Kalirandu, Klareyan dan Serang di Kecamatan Petarukan.
“Pembagian itu kita ambil melalui data Bappeda, dan kami mengajukan ke provinsi. Kemudian kami ambil dari beberapa desa prioritas. Kami lihat beberapa desa yang lolos sebagian besar dari wilayah pantura dan sisanya dari wilayah selatan,” ucapnya. (fan/all)










