PATI, Joglo Jateng – Jatah fasilitasi Asuransi Usaha Tani Pati (AUTP) di tahun 2022 bertambah. Yakni sebesar 3.050 hektare tanaman padi. Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya 800 hektare.
Kepala Seksi Pupuk dan Peptisida Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati Aldoni Nurdiansyah mengatakan, akibat pandemi, AUTP terkena refosucing oleh pemerintah. “Tahun sebelum karena refosucing cuma 800 hektare dari Rp 1 juta menjadi Rp 400 ribu se-Indonesia,” kata Doni.
Doni memaparkan, AUTP 2021 sangat minim karena dampak pandemi Covid-19. Sedangkan jatah AUTP pada 2022 ini sudah lebih besar. Sesuai sosialisasi AUTP Provinsi Jawa Tengah 2022, Dispertan Jateng mendapat 156.350 hektare. Di Pati ditjen PSP Kementan memberikan 3.050 hektare.
Dalam progam AUTP, dirinya menyebut bahwa yang harus dibayarkan kepada para petani yakni 100 ribu hektare per masa tanam. Dengan alasan sudah ada 80 persen subsidi dari pemerintah.
Kemudian ia menjelaskan secara rinci terkait subsidi. Dari APBN, subsidi ada sejumlah Rp 144 ribu per hektare. Selain itu, baginya, keberadaan asuransi ini memang diminati para petani. “Petani yang di dahulukan merupakan mereka yang terkena dampak banjir atau bencana alam hingga ganguan hama,” pungkasnya. (cr7/fat)










