PATI, Joglo Jateng – Dinas Pendidikan (Disdik) Wilayah lll Jawa Tengah (Jateng) menggelar kegiatan untuk meningkatkan kompetensi penggelola Bursa Kerja Khusus (BKK). Adapun tingkatannya mulai treaser urusan, penerjunan ke praktek kerja industri (prakerin), dan penelusuran alumni sekolah menengah kejuruan (SMK).
Kepala Seksi (Kasi) SMK Cabang Disdik Wilayah lll Jateng Sukarno menjelaskan, dalam melakukan persiapan peyerapan bagi lulusan SMK, pihaknya menggunakan big data. Sedangkan serapan Cabang Disdik Wilayah lll meliputi 3 daerah, yakni Kabupaten Kudus, Pati, dan Rembang.
“Kedepannya kita punya big data terkait dengan keterserapan lulusan SMK. Totalnya di cabang ini adalah 3. Awalnya penerjunan prakerin di dunia industri, kemudian evalusi, pemantauannya seperti apa. Setelah itu kepada BBK-nya, penyaluran lulusan anak-anak SMK itu di dunia kerja,” tuturnya.
Dirinya menjelaskan terkait hubungan BKK dengan dunia industri. Yakni BKK menjadi perantara lulusan SMK dan sebuah indrustri.
“Biasanya, dunia industri itu nanti kalau mencari tenaga kerja lewatnya BKK. Dan pandai-pandainya masing-masing sekolah itu menjalin kerjasama dengan dunia industri,” ungkapnya.
Saat ditanya terkait lulusan yang sudah terserap, ia mengaku bahwa hal itu bervariatif. Ada yang sekolah yang sudah mencapai 100 persen, ada juga yang tergolong masih minim terserap. Apalagi ditambah dengan kondisi pandemi Covid-19.
“Karena pandemi ini kan dunia industri pergerakannya juga semakin melambat. Sehingga keterserapannya masih ada antrian yang cukup banyak. Rata-rata kalau kita ambil sekolah setel itu kira-kira diatas 50 persen. Tapi kalau sekolah yang belum setel, itu dibawah 50 persen,” tungkasnya. (cr7/fat)










