SUPORTER sepak bola perempuan di Jawa Tengah terbilang masih minim. Meski demikian, hal itu tak membuat Salma Ramadhani Putri (22) merasa minder. Ia tetap setia menjadi supoter Persipa, klub sepak bola asal Kabupaten Pati.
Kecintaannya pada klub yang berjuluk laskar saridin itu bermula dari kenangan masa lalu waktu masih berusia dini. Ia kerap menonton pertandingan sepak bola bersama ayahnya. Hal itulah yang menjadikan dirinya suka menonton olahraga tersebut.
Salma menceritakan kisah bahagianya menjadi suporter dari tim asal Kota Mina Tani itu. Menurutnya, berteriak, dan bernyanyi untuk mendukung klub kesebelasan andalannya memiliki kenikmatan tersendiri.
“Kita suporter tidak pernah putus asa. Jelas kecewa iya kecewa. Tapi tidak pernah merasakan putus asa buat mendukung. Susah buat enggak cari kabar persipa bagaimana, susah buat menjauh,” ucapnya, Rabu (23/3).
Dia juga menjelaskan suka dan duka menjadi suporter perempuan. Salma menyebut bahwa budaya kita membuat perempuan selalu memiliki batasan waktu. Akan tetapi, hal itu tidak mengendorkan semangatnya untuk mendukung tim kebanggaan masyarakat Pati itu.
“Jadi suporter perempuan gampang-gampang susah. Kita itu harus bisa membuktikan, kalau enggak cuma cowok doang yang bisa menjadi suporter. Meskipun kita terbatas oleh waktu, kita harus buktikan kalau kita juga tetap loyal dukung tim kebanggaan,” lanjutnya.
Dirinya bersama teman-temannya perempuan lainnya terus memberikan dukungan di tribun untuk tim yang mempunyai suporter bernama Patifosi itu. Sedangkan dia dan sesama suporter lainya dikenal dengan Patiladiesta.
Dara cantik itu juga mengungkap kekagumannya terhadap Persipa yang tampil gemilang dalam kompetisi liga 3 lalu. Yakni berhasil naik kasta ke liga 2. Capaian tersebut merupakan sebuah kado manis bagi para suporter.
“Penantian kita selama 71 tahun untuk naik kasta akhirnya tersampaikan. Persipa yang dulu sering diremehkan sama orang-orang, di bilang tim kalahan gitu-gitu aja. Kini enggak, ada kemajuan lah,” tandasnya. (cr7/gih)










