Generasi Muda, Motor Penggerak Eliminasi Tuberkulosis

Dokter Spesialis Pulmonologi (Paru) RSUD Tugurejo, dr. Dyah Turunsih, Sp.P, FISR (DOK. PRIBADI / JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Tuberkulosis (TB) menjadi salah satu penyakit yang mematikan di dunia. Untuk itu, generasi muda diharapkan mampu menjadi motor penggerak mengatasi penyakit yang menyerang paru-paru ini.

Dokter Spesialis Pulmonologi (Paru) RSUD Tugurejo, dr. Dyah Turunsih, Sp.P, FISR mengungkapkan, berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sepanjang tahun 2021 sebanyak 824.000 penduduk Indonesia menderita TB. Dengan jumlah kematian mencapai 93.000 jiwa.

Penyakit ini perlu diwaspadai. Sebab, pasien yang berhasil sembuh sekalipun, sebagian mengalami gejala sisa yang tidak bisa hilang sama sekali. “Misalnya sesak nafas atau batuk yang menetap,” ungkapnya kepada Joglo Jateng, Rabu (23/3).

Penyakit TB merupakan penyakit menular. Faktor yang mempengaruhi munculnya penyakit ini adalah tingkat kesehatan seseorang.  

“Hal ini dipengaruhi oleh nutrisi, kebiasaan hidup sehat, dan tidak menderita penyakit-penyakit seperti DM (diabetes melitus, Red), HIV, CKD (chronic kidney disease atau penyakit ginjal kronis, Red), maupun autoimun,” paparnya. 

Keteraturan berobat pada pasien yang sakit juga mempengaruhi penyakit. Pengobatan yang lengkap sesuai program akan menurunkan tingkat penularan TB. Akan tetapi, kondisi pandemi menyita semua perhatian pada virus Covid-19. Sehingga, hal itu membuat TB tidak menjadi fokus perhatian.

“Penemuan kasus (TB) menurun, jumlah pasien yang sembuh menurun. Sedangkan penularan meningkat,” terangnya. 

Untuk itu, pada peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia yang diperingati pada tanggal 24 Maret ini, dr Dyah mengimbau kepada semua masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat dan menerapkan protokol kesehatan. Hal itu guna mencegah infeksi maupun penularan penyakit ini. 

“Selain itu, periksakan segera bagi masyarakat yang mengalami gejala. Sehingga dapat diobati sesegera mungkin sampai tuntas,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengharapkan generasi muda menjadi motor penggerak untuk mengentaskan penyakit ini. Hal ini sesuai dengan tema peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia tahun ini, yakni “Investasi untuk Eliminasi TB, Selamatkan Bangsa”. 

“Generasi muda secara aktif menjadi motor penggerak, baik dalam edukasi pencegahan dan pola hidup sehat, maupun membantu deteksi dini infeksi TB di lingkungan terdekatnya,” ucapnya. (ern/gih)