Jangan Balas Dendam Saat Buka Puasa, Ini Bahayanya!

Kepala Puskesmas Dersalam, dr. Tektona Graha Sanjaya, tengah memberikan tips puasa sehat Ramadan di ruang kerjanya.
Kepala Puskesmas Dersalam, dr. Tektona Graha Sanjaya. (HAFIFAH NUR CHASANAH/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Menjelang bulan suci, antusiasme warga menyambut ibadah puasa sering kali diiringi dengan pola konsumsi yang kurang terkontrol. Kepala Puskesmas Dersalam, dr. Tektona Graha Sanjaya, membagikan tips puasa sehat Ramadan dan mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aksi “balas dendam” makan saat sahur maupun berbuka.

Imbauan ini disampaikan menyusul kebiasaan sebagian orang yang kerap mengonsumsi makanan secara berlebihan setelah seharian menahan lapar. Jika dibiarkan, kebiasaan tersebut justru berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan dan merusak metabolisme tubuh selama menjalankan ibadah.

Bahaya Makan Berlebihan Saat Buka Puasa

Menurut dr. Tektona, puasa sejatinya sangat baik untuk kesehatan bila diimbangi dengan gaya hidup seimbang. Namun, asupan gizi dan kalori setiap individu harus tetap diperhatikan dengan ketat.

“Jangan pas sahur terus balas dendam waktunya buka. Tetap harus memperhitungkan gizinya, tiap orang berbeda-beda,” jelas dr. Tektona saat dikonfirmasi mengenai persiapan kesehatan warga menyambut puasa, Kamis (19/2/2026).

Ia menekankan bahwa penderita penyakit bawaan, seperti diabetes (kencing manis) dan hipertensi, membutuhkan penyesuaian gizi khusus. Kebutuhan kalori mereka jelas berbeda dengan orang sehat, sehingga porsi dan jenis makanan wajib disesuaikan dengan usia serta kondisi medis masing-masing.