Pati  

Arpusda Pati Dorong Akreditasi Perpustakaan Sekolah

Priyono Arief Fandhilah Kepala Bidang (Kabid) Perpustakaan Arpusda Kabupaten Pati. (LUTHFI MAJID / JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Pati terus mendorong pihak sekolah untuk segera mengajukan akreditasi perpustakaan. Hal tersebut supaya perpustakaan memenuhi standar yang telah ditentukan sesuai Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007.

Kepala Bidang (Kabid) Perpustakaan Arpusda Pati Priyono Arief Fandhilah menjelaskan, selaku pembina perpustakaan, pihaknya terus mendorong dan melakukan pendampingan kepada pihak sekolah untuk akreditasi. Untuk melakukan akreditasi tidak dipungut biaya alias gratis.

“Perpunas itu punya 2 progam, yang satu relaksasi, hanya ngisi portofolio dapat C. Yang kedua visitasi on side, visitasi on side itu pihak perpustakaan mengajukan akreditasi, kemudian visitasi,” jelasnya.

Dirinya mengaku bahwa perpustakaan sekolah yang sudah terakreditasi di Pati belum ada sepuluh sekolah. Namun ia tidak bisa menyebutkan secara rinci. Arief hanya menyampaikan terkait syarat dalam mengajukan akreditasi perpustakaan sekolah. Selain itu juga terdapat beberapa indikator untuk penilian perpustakaan tersebut.

“Setidaknya perpustakaan itu memiliki acuan dasar, yang mengacu pada Sattagar (bagian penanganan akreditasi, Red) perpustakaan nasional. Kalau yang paling mudah di katakan perpustakaan, itu memiliki seribu ekslempral minimal koleksinya. Kemudian yang kedua mempunyai tempat, dan yang ketiga ada pengelola atau petugas,” katanya.

“Petugas itu di buktikan dengan surat tugas. Kalau perpustakaan harus memiliki surat tugas dari kepala sekolah, harus ada transaksi, pengembalian atau peminjaman buku, dan yang kelima perawatan,” imbuhnya.

Dirinya menambahkan, terdapat beberapa persoalan yang membuat pihak sekolah enggan mengajukan akreditasi perpustakaan. Yakni swasta dan negeri, ulai dari SD, SMP, MTS, SMA, SMK.

“Antara ketakutan dan ketidak siapan pihak pengurus dan sekolah. Karena mungkin mereka terbayang-bayang nanti akreditasi harus. Tapi di satu sisi mereka berkeinginan akredutasinya tidak mau C. Tapi mereka tidak mau menyiap segala sesuatunya, padahal gratis,” pungkasnya. (cr7/fat)