PURWOKERTO, Joglo Jateng – Kepolisian Resor Purbalingga terus memantau ketersediaan minyak goreng curah dan bahan kebutuhan pokok lainnya. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi kelangkaan dan lonjakan harga selama bulan Ramadan.
“Jajaran kepolisian ikut memantau ketersediaan minyak goreng curah dan bahan pangan lainnya di wilayah Purbalingga. Sampai dengan saat ini tidak ditemukan indikasi penimbunan,” jelas Kapolres Purbalingga AKBP Era Jhoni Kurniawan di Purwokerto, Rabu (6/4) (6/4).
Ia mengatakan, kerja sama antara Satgas Pangan Polres Purbalingga dengan dinas terkait juga terus dilakukan. Agar pemantauan kebutuhan bahan pokok dapat berjalan intensif.
“Pada prinsipnya kami terus melakukan pemantauan dan pengecekan distribusi. Bersama dengan jajaran Pemkab Purbalingga melalui dinas terkait,” terangnya.
Sementara itu, Wakapolres Purbalingga Kompol Pujiono menambahkan, bahwa kegiatan pemantauan distribusi bahan pokok khususnya minyak goreng curah dan juga minyak goreng kemasan dilakukan setiap hari. Tim yang bertugas, akan mendatangi sejumlah pasar tradisional dan distributor minyak goreng curah yang ada di wilayah Purbalingga.
“Sasaran utama dalam kegiatan monitoring dan pengecekan yang dilakukan oleh tim yaitu para distributor, subdistributor maupun pengecer minyak goreng di wilayah Purbalingga,” ungkapnya.
Ia menambahkan, tim satgas pangan bertugas memantau harga eceran tertinggi dan ketersediaan stok minyak goreng curah dan minyak goreng kemasan di wilayah Purbalingga.
“Tujuan kami untuk memastikan ketersediaan minyak goreng. Khususnya minyak goreng curah di Purbalingga. Melalui monitoring yang intensif diharapkan selisih harga minyak goreng curah tidak terlalu tinggi dari harga yang ditetapkan pemerintah,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menuturkan, bahwa kegiatan pemantauan tersebut tidak hanya dilakukan di tingkat polres saja. Melainkan juga di seluruh polsek jajaran yang ada di wilayah ini.
“Seluruh polsek jajaran juga melakukan kegiatan serupa di tingkat desa. Termasuk memantau toko, penjual atau pasar tradisional yang ada di masing-masing desa,” paparnya. (ara/all)










