Harga Gula Pasir Merangkak Naik

Kepala Bidang Ketersediaan Pengawasan dan Pengendalian Disperindag Kota Yogyakarta, Riswanti. (AFIFUDIN / JOGLO JOGJA)

KOTA, Joglo Jogja – Pada pekan pertama bulan ramadhan ini, harga sejumlah komoditas mulai merangkak. Salah satunya harga gula pasir. Kendati demikian, naiknya harga diimbangi dengan stok barang yang cukup. Sehingga dapat menghindari kelangkaan.

Kepala Bidang Ketersediaan Pengawasan dan Pengendalian Disperindag Kota Yogyakarta, Riswanti mengatakan, harga komoditas yang naik adalah gula pasir. Meski harga naik, ia menjamin ketersediaan komoditas tersebut hingga lebaran mendatang.

“Untuk stok aman, meski kemarin sempat terbatas. PT Madukismo sudah mendistribusikan pada awal puasa kemarin,” Ungkapnya, Kamis (7/4).

Lebih jauh ia menjelaskan, sebenarnya pihaknya sudah menetapkan harga acuan untuk komoditas gula pasir, yakni Rp13.500 per kilogram. Hanya saja, harga dari distributor sudah cukup tinggi, seharga Rp13.400 per kilogram.

Kondisi tersebut membuat pedagang ritel kesulitan menjual jika  mendasarkan harga yang dipatok pemerintah. Sehingga kenaikan harga tidak bisa dihindarkan.

“Kalau sesuai harga pemerintah, pedagang untungnya tipis dan itu untuk gula non kemasan,” katanya.

Sementara itu, untuk gula pasir premium harganya jauh lebih mahal, mencapai Rp18.000 per kilogram. Pemerintah juga tidak melakukan pembatasan terhadap jumlah pembelian.

Pihaknya mengaku sudah melakukan operasi pasar melalui kecamatan untuk beberapa komoditas bahan pokok. Seperti beras dan gula pasir. Operasi pasar akan kembali digelar jika ada permintaan dari masyarakat.

“Selama bulan Maret, sudah dilakukan operasi pasar dengan total kuota 800 kilogram gula pasir dan 13.000 kilogram beras. Operasi pasar akan kembali digelar pada akhir puasa atau mendekati lebaran,” pungkasnya. (fif/bid)