Oleh: Sri Rahayuni, S.Pd
Guru IPS SMPN 2 Sayung, Kab. Demak
PELAJARAN IPS dinilai sebagai salah satu pelajaran yang membosankan. Dalam proses pembelajaran di sekolah, guru memiliki peranan penting dalam proses belajar yang sedang dilalui oleh peserta didik. Proses belajar yang baik akan menghasilkan hasil belajar yang baik pula. Salah satu faktor penting untuk mencapai hasil belajar maksimal adalah dengan adanya motivasi.
Menurut Wlodkowsky, motivasi (Sugihartono, 2007: 78) merupakan suatu kondisi yang menyebabkan atau menimbulkan perilaku tertentu dan yang memberi arah dan ketahanan pada tingkah laku tersebut. Motivasi memegang peranan yang sangat penting dalam pencapaian hasil belajar. Motivasi yang tinggi dapat menggiatkan aktivitas belajar siswa. Dengan metode pembelajaran yang tepat akan tercipta suasana pembelajaran IPS yang menyenangkan sehingga peserta didik mampu menguasai kompetensi yang diharapkan.
Model pembelajaran scramble merupakan salah satu metode yang cukup menarik untuk diterapkan dalam pembelajaran IPS. Menurut Taylor (2014), scramble adalah metode pembelajaran yang memadukan kemampuan menjawab pertanyaan dengan kejelian menyusun huruf-huruf yang telah teracak. Sedangkan menurut Zaenab (2018), model pembelajaran scramble merupakan sebuah metode pembelajaran yang berbentuk permainan acak kata, kalimat atau paragraf. Model pembelajaran ini memerlukan kerja sama antar anggota kelompok untuk saling membantu dalam berpikir kritis sehingga lebih mudah dalam mencari penyelesaian soal.
Sebagai guru IPS di SMP Negeri 2 Sayung Kabupaten Demak, penulis menerapkan model pembelajaran scramble pada semester 2 tahun 2022 di kelas IX. Langkah-langkah dalam pembelajaran scramble terbagi dalam lima tahap kegiatan. 1) Guru menyajikan materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. 2) Guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok. 3) Guru membagikan lembar kerja siswa ( LKS) kepada setiap kelompok dengan jawaban yang diacak susunan huruf-hurufnya. 4) Siswa diminta menjawab soal dengan cara menyusun huruf-huruf yang telah tersedia di lembar jawaban sehingga menjadi jawaban yang benar. 5) Guru memberikan nilai setiap jawaban yang benar.
Metode pembelajaran scramble memiliki kelebihan, yaitu tidak ada peserta didik atau anggota kelompok yang pasif. Karena setiap anggota dalam kelompok memiliki tanggung jawab masing-masing demi keberhasilan kelompoknya. Mereka dituntut untuk lebih kreatif dalam belajar dan berfikir. Mempelajari materi menjadi lebih serius tapi santai dan tanpa tekanan dan memungkinkan peserta didik belajar sambil bermain.
Pembelajaran secara berkelompok dalam penerapan metode ini dapat meningkatkan jiwa bersaing dan semangat belajar pada siswa. Karena dalam diri siswa akan muncul keinginan untuk menang dan menunjukkan bahwa kelompoknya adalah yang terbaik dibandingkan kelompok lain.
Hal-hal yang perlu dievaluasi dari model pembelajaran ini yang diantaranya, pertama, tentang ketepatan waktu. Karena memerlukan waktu yang relatif lama, guru harus bisa membagi waktu dengan tepat. Kedua, tentang pengelolaan kelas, guru harus bisa mengkondisikan kelasnya dengan baik untuk menghindari kelas yang gaduh.
Penerapan model pembelajaran ini bisa berhasil apabila guru mampu melakukan pengelolaan kelas yang baik agar tercipta pembelajaran yang efektif. Hasil dari model pembelajaran yang telah diterapkan cukup berhasil meningkatkan motivasi belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya keaktifan siswa dalam pembelajar. (*)








