Model Pembelajaran Windows Shopping pada Mata Pelajaran IPS

Oleh: Pujiyati, S.Pd.SD
Guru SDN 03 Bongas, Kec. Watukumpul, Kab. Pemalang

GLOBALISASI ditandai dengan perkembangan teknologi komunikasi, informasi, dan transportasi. Oleh karena itu, globalisasi telah membawa perubahan perilaku terhadap kehidupan masyarakat, baik di bidang politik, perjalanan, komunikasi, makanan, pakaian, nilai-nilai, dan tradisi. Seseorang telah dikatakan belajar jika dapat melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan sebelumnya. Sifat perubahan perilaku dalam belajar relatif permanen (Kimbley dan Garmezy).

Arus globalisasi juga berdampak pada gaya hidup, baik itu dampak negatif maupun positif. Arus globalisasi berdampak negatif pada masyarakat, misalnya gaya masyarakat sehari-hari cenderung bergaya hidup mewah. Dengan melihat tayangan-tayangan sinetron, telenovela yang ada di TV membuat orang tidak menyesuaikan dengan pendapatan rumah tangganya. Namun juga berdampak positif, misalnya orang sekarang sangat menghargai waktu.

Menurut Alwi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:751), model diartikan sebagai pola, contoh acuan dari sesuatu yang akan dibuat atau dihasilkan. Sedangkan  pembelajaran adalah proses, cara perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup belajar. Model kooperatif Windows shopping ini, dimana peserta didik melakukan kegiatan berjalan-jalan untuk mengamati hasil-hasil pekerjaan kelompok lain di kelas. Namun pada posisi jalan-jalan ini bukan berarti peserta didik tidak mendapatkan apa-apa, akan tetapi mereka akan mendapatkan banyak sekali pengetahuan dan hasil kunjungan mereka ke tiap-tiap kelompok yang ada.

Untuk mengantisipasi dampak negatif maupun positif pengaruh globalisasi pada siswa SDN 03 Bongas, kita perlu mengajarkan tema yang berkaitan dengan pengaruh globalisasi dengan metode dan model pembelajaran yang tepat, supaya materi mudah dipelajari dan diterima siswa. Berdasarkan telaah guru kelas VI SDN 03 Bongas untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial materi pengaruh globalisasi, guru kelas VI SDN 03 Bongas mencoba mencari satu solusi dalam pembelajaran yang nantinya akan mengatasi kesulitan belajar, yaitu dengan menggunakan model yang lebih menyenangkan dan siswa dituntut aktif dalam proses KBM. yaitu dengan menggunakan model pembelajaran windows shopping.

Pembelajaran windows shopping merupakan model pembelajaran dimana peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok kecil, kemudian guru memberikan soal atau permasalahan berbeda pada setiap kelompok dengan cara diundi, permasalahan didiskusikan bersama, hasil penyelesaian kemudian ditulis dalam selembar karton, guru membimbing seperlunya, hasil pekerjaan setiap kelompok dipajang di dinding kelas, setiap kelompok ada yang bertugas menjaga pajangan yang diumpamakan sebagai mall atau toko, anggota kelompok ada yang berjalan-jalan mengunjungi toko kelompok lain, peserta didik penjaga toko harus harus mampu memberikan penjelasan kepada anggota kelompok lain yang membutuhkan penjelasan (tutor sebaya) Agus Suwarno (2011).

Pembelajaran windows shopping membentuk perilaku peserta didik dapat meningkatkan proses pembelajaran pada aspek keaktifan siswa, semangat/antusiasme siswa pada siswa kelas VI SD  Negeri  03 Bongas Kecamatan Watukumpul  Kabupaten  Pemalang. Windows shopping mampu meningkatkan kualitas peserta didik dalam mempelajari Ilmu Pengetahuan Sosial kompetensi analisis perubahan sosial budaya. Hasil pembelajaran windows shopping dapat menjadi acuan teori untuk kegiatan penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Jadi, secara umum dapat didefinisikan jika model pembelajaran yang melibatkan peserta didik untuk berjalan-jalan mengamati hasil pekerjaan dari kelompok lain yang disajikan di dinding kelas, kemudian peserta didik tersebut mencatat hasil pekerjaan kelompok tersebut sebagai hasil dari kunjungan mereka. (*)