Oleh: Nurmiati, S.Pd
Guru SDN 03 Rowosari, Kec. Ulujami, Kab. Pemalang
ILMU Pengetahuan Sosial (IPS) adalah salah satu bidang studi yang diajarkan mulai dari Sekolah Dasar (SD) sampai di perguruan tinggi. IPS adalah mata pelajaran yang mempelajari hubungan manusia dengan lingkungan sekitar, baik berupa lingkungan alam maupun masyarakat. Siswa harus benar-benar memahami materi sumber daya alam dan kegiatan ekonomi, karena berpengaruh dan bermanfaat bagi kehidupan di masa yang akan datang.
Belajar pada hakikatnya adalah suatu interaksi antara individu dengan lingkungan. Lingkungan menyediakan (stimulus) terhadap individu dan sebaliknya individu memberikan respon terhadap lingkungan. Dalam proses interaksi ini dapat terjadi perubahan pada diri individu berupa perubahan tingkah laku.
Dalam pembelajaran IPS diharapkan dapat terjadi perubahan tingkah laku baik dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Perubahan–perubahan yang terjadi dalam diri siswa sebagai akibat dari aktivitas atau latihan yang dijalani siswa selama proses pembelajaran berlangsung yang dikatakan dengan hasil belajar.
Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merancang dan melaksanakan aktifitas belajar mengajar (Udin, 1994: 78).
Pendekatan lingkungan berarti menggunakan lingkungan sebagai fokus pembelajaran. Pendekatan lingkungan adalah penggunaan atau pemanfaatan lingkungan guna memperlancar atau mencapai keberhasilan dalam belajar Nasution (2003: 54). Pendekatan lingkungan melibatkan panca indera seseorang dalam menulis, jadi pengertian pendekatan lingkungan dalam pembelajaran yaitu pemanfaatan atau menggunakan segala sesuatu yang ada di lingkungan, baik berupa keadaan fisik maupun non fisik sebagai suatu untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Pendekatan lingkungan itu esensinya adalah menggunakan atau memanfaatkan lingkungan siswa sebagai sumber belajar untuk keperluan pengajaran dalam rangka meningkatkan hasil belajar siswa. Dalam pelaksanaan pembelajaran IPS dapat membawa kelas ke lingkungan sekitar, ini berarti pembelajaran IPS akan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar dalam meningkatkan hasil belajar siswa dalam pelajaran IPS.
Lingkungan sebagai sumber belajar dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu lingkungan sebagai sumber belajar yang dirancang dan lingkungan sebagai sumber belajar yang dimanfaatkan. Pemanfaatan lingkungan dalam pengajaran mempunyai keuntungan-keuntungan praktis dan ekonomis.
Keuntungan praktis karena mudah diperoleh, sedangkan keuntungan ekonomis karena murah dan dapat dijangkau oleh seluruh siswa. Dengan memanfaatkan lingkungan sekaligus juga memanfaatkan kepedulian siswa untuk mencintai lingkungan belajarnya. Hal ini akan terasa lebih bermakna, bermanfaat dan langsung dapat dirasakan oleh siswa.
Adapun langkah-langkah yang harus ditempuh dalam menggunakan lingkungan sebagai media dan sumber belajar menurut Nana Sudjana dan Rivai (2008: 215) meliputi 3 tiga tahapan. Yaitu, 1) Tahapan persiapan. Guru dan siswa menentukan tujuan belajar yang diharapkan dapat diperoleh siswa; menentukan objek yang harus dipelajari dan dikunjungi; dan menentukan cara belajar siswa pada saat kunjungan dilakukan. Kemudian, mempersiapkan perizinan bila diperlukan; dan mempersiapkan teknis yang diperlukan untuk kegiatan belajar, seperti perlengkapan belajar yang harus dibawa.
Kemudian, 2) Tahapan Pelaksanaan. Kegiatan belajar dilakukan di tempat tujuan sesuai dengan rencana yang telah dipersiapkan; siswa melihat dan mengamati objek yang dipelajari dengan petunjuk petugas; mendiskusikan hasil-hasil belajar untuk lebih melengkapi dan memahami materi yang dipelajari.
Terakhir, 3) Tindak Lanjut. Tahap ini dilakukan dengan membahas dan mendiskusikan hasil pengamatan di lingkungan sekitar sekolah; setiap kelompok diminta melaporkan hasil diskusi untuk dibahas bersama; menyimpulkan materi yang telah dipelajari. Kemudian, memberi tes individu; memberikan penilaian terhadap kegiatan belajar siswa dan hasil-hasil yang dicapainya; dan siswa diberikan tugas rumah). (*)








