SEMARANG, Joglo Jateng – Sebanyak 413 pemudik yang menaiki kapal laut KM Dobonsolo tiba di Tanjung Emas Semarang, Rabu (27/4) pagi. Mereka mengikuti mudik gratis melalui program Kementerian Perhubungan bersama PT Pelni yang berangkat dari Tanjung Priok Jakarta. Ratusan pemudik tersebut diketahui berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Emas, Tri Jotho mengatakan, program mudik gratis dengan armada kapal laut ini melayani rute dari Tanjung Priok menuju Tanjung Emas, serta Tanjung Perak Surabaya. Menurutnya, perjalanan dari Jakarta menuju Semarang lewat jalur laut sekitar 14 jam.
“Perjalanan kurang lebih 14 jam, tadi sampai di sini pukul 06.00 sesuai perkiraan,” katanya kepada awak media di lokasi.
Tri menyampaikan, program ini dilaksanakan sebanyak dua kali, yakni pertama pada Selasa (26/4) lalu dan pada hari ini (27/4). Mudik gratis digelar kembali pada Jumat (29/4) dan akan tiba di Kota Semarang pada Sabtu (30/4).
Tri mengaku, jika rute trayek ini kali pertama digelar setelah dua tahun vakum karena pandemi.
Saat ditanya selama perjalanan apakah ada kendala, ia mengungkapkan tidak ada kendala cuaca. “Cuaca cerah dan tidak ada kendala. Hasilnya perjalanan bisa diprediksi sesuai perkiraan,” ungkapnya.
Tak hanya KM Dobonsolo, pihaknya juga menyiapkan satu kapal untuk mudik gratis ini yaitu KM Ciremai. Selain itu, program ini bakal diadakan untuk arus balik setelah Lebaran. “Untuk arus balik di 10 Mei dan 12 Mei 2022,” tambah Kepala Cabang Pelni Semarang, Indra Maulana.
Ia menjelaskan, melalui program mudik gratis ini tujuannya untuk mengurangi kepada lalu lintas. Menurutnya, mudik moda transportasi kapal juga mengurangi risiko terjadinya kecelakaan terutama yang menggunakan motor. “Selain itu bisa untuk menghemat biaya,” katanya.
Sementara fasilitas yang didapati oleh para pemudik, antara lain ruangan kamar yang ber-ac, makan tiga kali, lalu playground untuk anak-anak, kemudian kantin atau cafetaria dan yang terakhir adalah ada hiburan musik dan pemutaran film untuk anak-anak.
Indra berpesan kepada masyarakat yang hendak mudik disarankan untuk mengikuti program tersebut. “Saya sarankan demikian untuk menghindari kemacetan dan risiko selama perjalanan. Bisa menghemat ongkos dan mendapat fasilitas yang baik,” tuturnya.
Di kesempatan sama, salah satu warga asal Karanggede, Kabupaten Boyolali bernama Kristi Ayu Diah merasa senang dengan adanya program tersebut. Meski gratis, fasilitas yang ditawarkan pun banyak sehingga pemudik lebih nyaman.”Kapalnya lumayan enak dan nyaman. Baru tahu ada kap laut gratis jadi ya pas daftar, dikasih, ya udah senang,” ujarnya. (dik/gih)










