Buka dari Tahun 60 an, Bakso Pak Min Wajib Dicoba

KASIH KUAH: Generasi penerus Bakso Pak Min, Heru Teguh saat melayani pembeli bakso, belum lama ini. (UFAN FAUDHIL / JOGLO JATENG)

Meskipun sudah puluhan tahun, racikan bumbu Bakso Pak Min tetap sama. Generasi penerusnya mempertahankannya hingga sekarang.

KETIKA berkunjung ke Pemalang, selain grombyang, lontong dekem atau sate loso, Bakso Pak Min pun layak dicicipi oleh para pengunjung Kota Nanas Madu. Buka sejak tahun 1962 sampai tiga generasi saat ini, bakso daging sapi yang berada di Jalan Ahmad Yani Kelurahan Mulyoharjo menjadi salah satu kuliner legendaris.

Heru Teguh (43), pemilik sekaligus generasi ketiga yang menjalankan bisnis kakeknya ini mengatakan, dari dulu tidak pernah merubah resep turun menurun. Hal tersebutlah yang menjadi rahasia utama dari Bakso Pak Min sehingga laris manis diserbu pelanggan.

“Kami tetap menggunakan resep yang sama dari 60 tahun lalu tidak ada perubahan dan paling penting Bakso Pak Min hanya ada di Jalan Ahmad Yani. Kami tidak membuka cabang,” katanya saat sedang melayani para pembeli, belum lama ini.

Ia mengungkapkan, pada saat libur Lebaran lalu penjualan bakso miliknya naik 100 persen lebih dibandingkan hari biasa. Walaupun harganya naik karena bahan baku yaitu daging sapi naik, tetap saja para pelancong yang pulang ke kampung halamannya ini masih setia untuk menikmatinya.

“Kalau hari biasa ya paling 100 porsi tapi ini lebih dari 500 porsi bahkan lebih, habis terjual. Kami membeli daging dengan kualitas nomor satu untuk bahan baku agar pelanggan tetap merasakan nenikmatan yang sama seperti pertama kali kemari,” ucapnya.

Dengan harga Rp16.000 per porsi, para pembeli dapat menikmati dua bakso besar dengan tambahan lima bakso kecil serta beberapa potongan daging sapi dan kuah kaldu yang khas.

Salah satu penikmat setia Bakso Pak Min, Linda mengatakan, dirinya sudah menjadi pelanggan sejak masih duduk di sekolah dasar sampai bekerja saat ini. Menurutnya, cita rasa yang masih tetap dan harga yang pas di kantong membuat keluarganya setiap perayaan datang ke sini untuk menikmatinya.

“Dari dulu rasanya tetap sama, dan saya pulang kampung pasti mengajak keluarga ke sini untuk bersama menikmati bakso daging Pak Min,” tuturnya. (fan/gih)