Jadikan Sejarah sebagai Booster Semangat Bangun Semarang

SUASANA: Pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Jadi Kota Semarang ke-475 di Halaman Balaikota Semarang, Rabu (11/5). (LU'LUIL MAKNUN /JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Pada Upacara Peringatan Hari Jadi Kota Semarang ke-475, seluruh elemen masyarakat kembali diingatkan sejarah daerah ini. Sejarah masa lalu itu dijadikan sebagai booster semangat kekompakan seluruh warga Kota Semarang pada khususnya.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengungkapkan, semangat babat alas para pendahulu haruslah terus menjadi tonggak perjuangan. Semangat ini tentu untuk terus memperjuangkan yang terbaik untuk kota tercinta yaitu Semarang.

“Besar harapan saya momentum hari jadi Kota Semarang ke-475 ini dapat menjadi booster semangat kekompakan seluruh elemen masyarakat. Yang telah terbukti menjadi modal utama kita bersama dalam mengupayakan yang terbaik untuk Kota Semarang,” ucapnya yang juga sebagai inspektur upacara, Rabu (11/5).

Dalam berjalannya upacara tersebut, ada satu sesi unik yakni pembacaan sejarah ringkas Kota Semarang. Dimana seorang narator membacakan cerita masa lalu Kota Semarang. Yaitu ada seseorang dari Kesultanan Demak bernama Pangeran Made Pandan bersama putranya Raden Pandan Arang.

“Mereka meninggalkan Demak menuju ke daerah sebelah barat, di suatu tempat yang kemudian bernama Pulau Tirang, membuka hutan, dan mendirikan daerah pemukiman pedesaan,” terang narator.

Di daerah tersebut, sang pangeran mendirikan pesantren dan menyiarkan agama Islam. Akhirnya dari waktu ke waktu daerah itu semakin subur. “Dari sela-sela kesuburan itu muncullah pohon asam yang jarang. Dalam Bahasa Jawa bernama asem arang sehingga memberikan gelar atau nama daerah itu menjadi Semarang,” sambungnya.

Adapun dalam upacara yang dilakukan di Halaman Balai Kota  itu dihadiri juga oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo.(cr3/ziz)