KUDUS, Joglo Jateng – Teater Apotek SMK Duta Karya menggelar pentas dengan mengangkat naskah Layang Bandang, yang ditulis oleh pelajar secara kolektif. Pentas ini berlangsung di Gedung Serba Guna SMK Duta Karya Kudus pada Sabtu (14/5/2022) hingga Senin (16/5/2022).
Sutradara dalam gelaran tersebut, Muhammad Zaeni mengatakan, pentas kali ini menurutnya berbeda dari sebelumnya. Pasalnya, pentas ke-25 tersebut cukup menarik adanya naskah yang ditulis secara kolektif oleh para pelajar.
“Pentas kali ini sangat menarik. Karena naskahnya ditulis oleh pelajar SMK Duta Karya secara kolektif. Selain itu, kami mencoba mendefinisikan tembang macapat merupakan sesuatu yang dekat, menyenangkan, dan akrab,” ucapnya.

Dirinya melanjutkan, definisi tersebut mengingat belakangan ini tembang macapat dikonotasikan sebagai sesuatu yang angker. Serta, di tengah masyarakat terutama generasi muda sulit diterima.
“Ada satu fragmen bencana banjir, setelah warga yang merawat macapat diusir. Hal demikian merupakan representasi, apabila kebudayaan lama hilang. Maka, ada akibat yang sangat merugikan. Bahkan berakibat kehancuran,” tuturnya.
Dengan adanya pentas tersebut, Zaeni mengharapkan para pelajar atau generasi muda tetap merawat kearifan lokal dan mampu memanfaatkannya. Yakni sebagai bagian dari budaya klasik yang tetap eksis ditengah-tengah era digital yang serba praktis.
“Kami berharap, semoga dapat membangun budaya menonton teater, sebagai bagian dari budaya populer. Serta mementahkan tuduhan kuno dan membosankan yang masih melekat pada teater di kalangan anak muda dengan naskah yang itu-itu saja,” pungkasnya. (sam/fat)










