Verifikasi ODF, Budayakan Hidup Bersih & Sehat

KOMPAK: Wabup Mansur Hidayat bersama jajarannya berfoto bersama tim verifikasi ODF Provinsi sebelum melakukan penilaian, di Pendopo Kabupaten Pemalang, Rabu (25/5). (UFAN FAUDHIL / JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Wakil Bupati (Wabup) Pemalang bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, menyambut tim verifikasi Open Defecation Free (ODF) atau stop buang air besar sembarangan dari Provinsi Jawa Tengah. Yang bertujuan akan melakukan penilaian ke beberapa desa. Dengan harapan, kedatangan tim tersebut dapat menjadikan Pemalang menjadi salah satu dari 24 kabupaten/kota ODF di Jateng.

Wabup Pemalang, Mansur Hidayat dalam sambutannya menuturkan, bahwa indikator kabupaten atau kota ODF yaitu sudah tidak adanya kebiasaan masyarakat yang melakukan buang air besar sembarangan. Dan hal tersebut perlu usaha yang ekstra dari semua pihak terutama masyarakat.

“Yang paling utama saat ini bukan peran dari aparat pemerintah di sektor kesehatan saja. Tetapi masyarakat Pemalang pada umumnya. Agar mereka paham pentingnya gerakan ODF untuk menciptakan budaya hidup sehat dalam lingkungan yang sehat juga,” terangnya di Pendopo Kabupaten Pemalang, Rabu (25/5).

Ia menambahkan, dalam mencapai deklarasi ODF ini, pihaknya telah melakukan berbagai hal. Di antaranya yaitu pemenuhan sarana sanitasi, pemberian edukasi tentang perubahan perilaku dan upaya-upaya lainnya yang dilakukan oleh berbagai pihak yang terlibat. Maka dari itu, pihaknya memberikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat, yang telah berpartisipasi untuk keberhasilan program tersebut.

“Para ASN di dinas terkait, camat, kepala puskesmas, beserta sanitarian, tim penggerak PKK di tingkat Kabupaten, Kecamatan sampai tingkat Desa/Kelurahan, para kepala desa/lurah, kader kesehatan, dan yang utama adalah warga masyarakat Kabupaten Pemalang. Saya sangat berharap pelaksanaan verifikasi ODF ini, dapat berdampak pada peningkatan semangat masyarakat Kabupaten Pemalang untuk hidup lebih sehat dan lebih bersih,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Verifikasi ODF Provinsi Jateng, Dani Setiawan menjelaskan, pemilihan desa yang akan dijadikan sampling verifikasi berdasarkan beberapa poin. Yaitu desa ODF pertama, dekat dengan hutan, sungai besar, dan tidak adanya data perkembangan atau statis perbaikan ODF.

Lebih lanjut, ia mengatakan, ketika nantinya dinobatkan menjadi kabupaten yang ODF, Kabupaten Pemalang akan diajukan untuk mengikuti Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award 2022. Namun perlu diperhatikan untuk mengikuti event tersebut, pemkab harus bisa menjaga status ODF, membudayakan hidup sehat, tidak adanya kejadian penyakit yang berhubungan dengan sanitasi.

“Ini penting dan perlu dicatat. Karena nantinya setelah ODF diverifikasi, Kabupaten Pemalang akan kita ikutkan ke event STBM Award 2022. Untuk itu perlu ditekankan kepada masyarakat, untuk meningkatkan budaya hidup sehat yang diawali dari sanitasi yang bersih,” imbuhnya. (fan/all)