PEMALANG, Joglo Jateng – Wakil Bupati Pemalang menjawab usulan Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) terkait pembuatan tanggul laut. Pihaknya mengatakan, pembangunan infrastuktur tersebut telah menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah oleh pusat. Hal itu tertuang pada Peraturan Persiden (Perpres) Nomor 76 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi.
Wakil Bupati Pemalang Mansur Hidayat menjelaskan, pembangunan tanggul penahan air di Kecamatan Ulujami ini tersebut menjadi salah satu dari empat proyek prioritas pembangunan daerah dari pusat. Di mana Pemalang menjadi satu dari 12 kabupaten/kota yang menjadi prioritas.
“12 kabupaten kota ini adalah Kabupaten Kendal, Semarang, Salatiga, Demak, Grobogan, Purworejo, Wonosobo, Magelang, Temanggung, Brebes, Tegal dan Pemalang yang ada dalam Perpres Nomor 76 Tahun 2019 tentang percepatan Pembangunan Ekonomi,” ucapnya saat ditemui di Kantor Dinasnya, Senin (30/5).
Ia menuturkan, ada empat proyek prioritas yang dilaksanakan di Pemalang. Dan dua diantaranya telah dilaksanakan dan selesai, yaitu pembangunan fasilitas air bersih di Kecamatan Pulosari dan pembangunan Taman Gumelem di Kecamatan Pemalang. Sementara dua proyek lainnya tertunda, yaitu tanggul laut dan pembangunan gedung baru pasar pagi. Hal itu lantaran terkendala anggaran di tengah masa pandemi, yang diprioritaskan untuk penanganan Covid-19.
Lebih lanjut, pihaknya juga akan kembali meminta pemerintah pusat untuk segera menjalankan program prioritas di Pemalang sesuai dengan Perpres tersebut. Terutama tanggul laut yang saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat, di wilayah rawan banjir rob di Kecamatan Ulujami.
“Kami akan dorong untuk secepatnya bisa dilakukan. Sebab Senin (30/5) banjir di Ulujami sudah semakin parah, bahkan merendam delapan desa. Tapi dalam pembangunan nantinya, harus sesuai dengan kearifan lokal, sebab di daerah itu banyak masyarakat yang memiliki tambak ikan dan memerlukan air laut,” pungkasnya. (fan/all)










